kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.569   16,00   0,09%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Bursa AS tampil lesu menunggu pertemuan The Fed


Senin, 29 Juli 2013 / 21:33 WIB
ILUSTRASI. Panen kelapa sawit pada perkebunan milik PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP). Ciptadana Sekuritas Rekomendasi Buy LSIP dengan Target Harga Rp 1.800 per Saham.


Reporter: Asnil Bambani Amri | Editor: Asnil Amri

NEW YORK. Bursa saham Amerika Serikat (AS) turun saat pembukaan perdagangan hari ini, Senin (29/7). Penurunan kinerja saham terjadi karena investor merespons pertemuan anggota bank Sentral AS yang akan berlangsung pekan ini.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 39,54 poin atau melemah 0,25% menjadi 15.519,29, kemudian indeks Standard & Poor 500 kehilangan 4,67 poin atau melemah 0,28% menjadi 1.686,98 dan Nasdaq Composite turun 3,58 poin atau melemah 0,1% menjadi ke 3.609,59.

Fokus investor di awal perdagangan pekan ini adalah, pernyataan dari Federal Reserve AS yang rencananya akan disampaikan hari Rabu (31/7). Masih buram, kapan The Fed akan membeli obligasi senilai US$ 85 miliar tersebut.

Menurut jajak pendapat Reuters dari pelaku pasar, The Fed dimungkinkan memulai stimulus moneter bulan September nanti. Sebab, saat ini, investor melihat adanya pelemahan data-data ekonomi AS yang akan menjadi alasan The Fed untuk membuat kebijakan stimulus.  

"Fokus saat ini adalah pertemuan Fed," kata Peter Jankovskis, pejabat investasi di Oakbrook Investments LLC di Lisle, Illinois. Dia bilang, investor berusaha untuk menguraikan apa yang akan dilakukan oleh The Fed di awal September.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×