kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Bursa AS memerah ikuti jejak minyak


Jumat, 01 April 2016 / 21:13 WIB


Sumber: Bloomberg | Editor: Yudho Winarto

NEW YORK. Bursa saham Amerika Serikat (AS) terkoreksi, mengikuti penurunan harga minyak mentah, di tengah data yang menunjukkan kenaikan tenaga kerja dan upah yang lebih tinggi yang mendukung permasalahan untuk menaikkan suku bunga.

Indeks Standard & Poor 500 turun 0,6 % menjadi 2.047,61 pukul 09:32 pagi waktu New York, Jumat (1/4) setelah indeks acuan membukukan kenaikan bulanan terkuat sejak Oktober. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate kehilangan 3,6 % karena Pangeran Arab Saudi mengatakan, kerajaan hanya akan mengurangi produksi jika Iran dan yang lain mengikutinya.

Sebuah laporan hari ini menunjukkan bawah upah dan rata-rata penghasilan per jam naik lebih dari perkiraan, sementara tingkat pengangguran merangkak naik karena lebih banyak orang memasuki angkatan kerja.

Pengetatan tambahan di pasar tenaga kerja yang memicu kenaikan gaji yang lebih besar bagi para pekerja Amerika dapat meyakinkan pembuat kebijakan The Fed bahwa ekonomi lebih terisolasi dari kelemahan luar negeri.

Penurunan ekuitas di Jumat ini datang setelah S & P 500 melakukan comeback pada kuartal pertama di enam pekan, menghapus kerugian sebanyak 11 % seiring reboundnya minyak mentah dari terendah 12-tahun dan Gubernur Bank Sentral dari Asia ke Eropa dan Amerika meredakan kekhawatiran bahwa perlambatan global akan berlanjut karena mereka mengisyaratkan kesediaan untuk mendorong pertumbuhan.

Indeks tersebut naik 0,8 % dalam tiga bulan terakhir, menandai yang pertama kali sejak tahun 1933 bahwa indeks tersebut menutup kuartal dengan keuntungan setelah jatuh setidaknya 10 %.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×