kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.970   57,00   0,32%
  • IDX 5.691   47,39   0,84%
  • KOMPAS100 735   7,50   1,03%
  • LQ45 558   5,00   0,90%
  • ISSI 198   1,20   0,61%
  • IDX30 316   2,19   0,70%
  • IDXHIDIV20 390   0,30   0,08%
  • IDX80 84   0,80   0,96%
  • IDXV30 106   -0,34   -0,32%
  • IDXQ30 102   0,32   0,31%

Bursa AS melompat di akhir transaksi


Rabu, 16 September 2015 / 05:18 WIB


Sumber: Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

NEW YORK. Bursa AS ditutup dengan lompatan cukup tinggi pada transaksi tadi malam (15/9). Data yang dihimpun Bloomberg menunjukkan, pada pukul 16.00 waktu New York, indeks S&P 500 naik 1,3% menjadi 1.978,09. Ini merupakan level tertinggi sejak 28 Agustus lalu. Sedangkan indeks Dow Jones Industrial Average naik 1,4% menjadi 16.599,85.

Adapun indeks Nasdaq Composite naik 1,1%. Volume transaksi perdagangan tadi malam melibatkan sekitar 5,9 miliar saham, sekitar 18% di bawah volume transaksi rata-rata tiga bulanan.

Pergerakan sejumlah saham turut mempengaruhi bursa AS. Beberapa di antaranya yakni: United Parcel Service Inc dan FedEx Corp yang naik lebih dari 2,5% dan memimpin di sektor pengiriman barang. Selain itu, ada pula saham Citigroup Inc dan US Bancorp yang naik setidaknya 2%.

Lalu dari sektor teknologi, ada saham Microsoft Corp dan Google Inc yang reli lebih dari 1,9%. Sektor energi juga tampak menghijau, di mana saham Chevron ditutup dengan kenaikan 1,9% seiring kenaikan harga minyak dunia.

Pasar saham AS berhasil ditutup di level tertinggi dalam dua pekan terakhir setelah data ritel menunjukkan daya beli konsumen AS cukup bertahan di tengah perlambatan ekonomi. Kenaikan bursa AS ini juga terjadi sebelum the Fed menggelar pertemuan dua hari mereka yang berakhir pada 17 September lalu.

"Semua pihak menanti hasil pertemuan the Fed. Kami melihat adanya kenaikan yang solid pada penjualan ritel bulan Agustus. Sebelumnya, banyak pelaku pasar yang mencemaskan mengenai dampak perlambatan ekonomi China, namun hal itu tidak terjadi," jelas John Canally, chief economist strategist LPL Financial Corp di Boston.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×