kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.824   -4,00   -0,02%
  • IDX 8.133   100,88   1,26%
  • KOMPAS100 1.146   14,31   1,26%
  • LQ45 828   7,29   0,89%
  • ISSI 288   4,65   1,64%
  • IDX30 431   4,00   0,94%
  • IDXHIDIV20 517   4,31   0,84%
  • IDX80 128   1,49   1,17%
  • IDXV30 141   1,36   0,97%
  • IDXQ30 140   1,18   0,85%

Bursa AS jatuh tergelincir harga minyak


Selasa, 06 Januari 2015 / 06:43 WIB
Bursa AS jatuh tergelincir harga minyak
ILUSTRASI. Ekonom meyakini, neraca perdagangan Indonesia tetap mencetak surplus pada bulan Juni 2023. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/YU


Sumber: Bloomberg | Editor: Sanny Cicilia

NEW YORK. Penurunan harga minyak mentah menyentuh US$ 50 per barel menyeret indeks acuan bursa Amerika Serikat Standard & Poor's. Saham-saham sektor energi rontok pada perdagangan Senin (5/1).

Indeks S&P 500 merosot 1,8% menjadi 2.020,58, dan menjadi penurunan terbesar sejak Oktober tahun lalu. Dow Jones Industrial Average terkoreksi 331,34 poin atau 1,9% menjadi 17.501,65.

Lebih dari 7,1 miliar saham berpindah tangan dalam perdagangan kemarin, atau 2,9% lebih tinggi dibanding rata-rata harian dalam tiga bulan terakhir.

"Komoditas adalah indikator bagi kesehatan ekonomi. Kekhawatiran ekonomi global terasa sampai bursa S&P karena banyak yang merupakan perusahaan multinasional," kata Bruce Bittles, Chief Investment Strategist di RW Baird & Co.

Sementara Jeff Sica, President dan CEO Circle Squared Alternative Investments menilai, penurunan harga minyak merupakan indikator pelambatan ekonomi global. "Investor sudah tidak lagi menilai, penurunan harga minyak ini baik untuk perekonomian," kata dia pada Bloomberg

Sepuluh grup di S&P tumbang. Sektor energi turun 4%, seiring penurunan harga minyak ke level terendah sejak tahun 2009.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×