kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Bursa AS jatuh tergelincir harga minyak


Selasa, 06 Januari 2015 / 06:43 WIB
ILUSTRASI. Ekonom meyakini, neraca perdagangan Indonesia tetap mencetak surplus pada bulan Juni 2023. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/YU


Sumber: Bloomberg | Editor: Sanny Cicilia

NEW YORK. Penurunan harga minyak mentah menyentuh US$ 50 per barel menyeret indeks acuan bursa Amerika Serikat Standard & Poor's. Saham-saham sektor energi rontok pada perdagangan Senin (5/1).

Indeks S&P 500 merosot 1,8% menjadi 2.020,58, dan menjadi penurunan terbesar sejak Oktober tahun lalu. Dow Jones Industrial Average terkoreksi 331,34 poin atau 1,9% menjadi 17.501,65.

Lebih dari 7,1 miliar saham berpindah tangan dalam perdagangan kemarin, atau 2,9% lebih tinggi dibanding rata-rata harian dalam tiga bulan terakhir.

"Komoditas adalah indikator bagi kesehatan ekonomi. Kekhawatiran ekonomi global terasa sampai bursa S&P karena banyak yang merupakan perusahaan multinasional," kata Bruce Bittles, Chief Investment Strategist di RW Baird & Co.

Sementara Jeff Sica, President dan CEO Circle Squared Alternative Investments menilai, penurunan harga minyak merupakan indikator pelambatan ekonomi global. "Investor sudah tidak lagi menilai, penurunan harga minyak ini baik untuk perekonomian," kata dia pada Bloomberg

Sepuluh grup di S&P tumbang. Sektor energi turun 4%, seiring penurunan harga minyak ke level terendah sejak tahun 2009.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×