Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) memutuskan untuk absen membagikan dividen dari tahun buku 2025.
Dalam RUPST yang digelar pada 17 Juni 2026, pemegang saham telah menyetujui penetapan penggunaan laba bersih tahun buku 2025 sebesar Rp2,55 triliun yang dialokasikan untuk dana cadangan sebesar Rp2,00 miliar.
“Sedangkan sisanya sebesar Rp2,54 triliun dibukukan sebagai laba ditahan untuk memperkuat modal kerja dan mendukung pengembangan usaha BSDE,” kata Hermawan Wijaya, Direktur BSDE, dalam keterbukaan informasi, Kamis (18/6/2026).
Hermawan mengatakan, BSDE memandang bahwa penguatan struktur permodalan melalui pencatatan sebagian besar laba bersih sebagai laba ditahan merupakan langkah strategis untuk mendukung pengembangan proyek-proyek baru.
Kemudian juga memperkuat land bank serta menjaga fleksibilitas keuangan BSDE dalam menangkap peluang usaha yang dapat menciptakan nilai tambah berkelanjutan bagi para pemegang saham.
Baca Juga: Strategi Optimalkan Cuan di Tengah Rotasi Aset ke Safe Haven
Selain itu, para pemegang saham dalam RUPSLB juga telah menyetujui beberapa hal lain.
Pertama, perubahan Anggaran Dasar Perseroan. Ini meliputi perubahan Pasal 3 mengenai maksud dan tujuan serta kegiatan usaha Perseroan melalui pemisahan klasifikasi kegiatan usaha utama dan kegiatan usaha penunjang serta penyesuaian terhadap Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025, perubahan Pasal 48 mengenai keanggotaan Direksi, serta perubahan Pasal 66 mengenai keanggotaan Dewan Komisaris.
Kedua, perubahan susunan pengurus, termasuk menerima pengunduran diri Muktar Widjaja sebagai Presiden Komisaris dan Michael J.P. Widjaja sebagai Wakil Presiden Direktur.
Ketiga, menyetujui pengangkatan anggota Dewan Komisaris baru.
Dengan demikian, terhitung sejak ditutupnya RUPSLB ini sampai dengan ditutupnya rapat umum pemegang saham tahunan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2029 mendatang, susunan anggota Direksi dan Dewan Komisaris adalah sebagai berikut.
Direksi
-
Presiden Direktur: Franciscus Xaverius R.D.
-
Direktur: Lie Jani Harjanto
-
Direktur: Syukur Lawigena
-
Direktur: Hermawan Wijaya
-
Direktur: Liauw Herry Hendarta
-
Direktur: Monik William
-
Direktur: Ir. Siswanto Adisaputro
Dewan Komisaris
-
Presiden Komisaris: Teky Mailoa
-
Komisaris: Hongky J. Nantung
-
Komisaris Independen: Prof. Dr. Teddy Pawitra
-
Komisaris Independen: Prof. Dr. Susiyati B. Hirawan
-
Komisaris Independen: Irhoan Tanudiredja
Memasuki tahun 2026, BSDE memandang prospek industri properti nasional tetap positif seiring pertumbuhan ekonomi Indonesia, didukung oleh kebutuhan hunian yang terus meningkat dan pengembangan infrastruktur nasional.
BSDE menargetkan prapenjualan sebesar Rp10 triliun pada tahun 2026 dengan tetap menjadikan pengembangan segmen residensial sebagai fokus utama, didukung oleh portofolio usaha yang terdiversifikasi, sumber pendapatan berulang yang kuat, serta struktur keuangan yang sehat.
Segmen residensial diproyeksikan menjadi penggerak utama target prapenjualan sebesar Rp5 triliun atau setara 50% dari target prapenjualan 2026. Diikuti masing-masing segmen komersial sebesar Rp3,50 triliun atau setara 35% dan segmen lainnya sebesar Rp1,50 triliun atau setara 15% dari target prapenjualan 2026.
Hermawan mengatakan, didukung oleh posisi keuangan yang solid, portofolio aset yang berkualitas, serta land bank yang strategis, BSDE masih berada dalam posisi yang baik untuk melanjutkan pertumbuhan berkelanjutan.
“Kami akan terus menjalankan strategi bisnis secara disiplin dan adaptif guna memanfaatkan peluang yang muncul sekaligus memberikan nilai tambah yang optimal bagi para pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan,” paparnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













