kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.689.000   -24.000   -0,88%
  • USD/IDR 18.012   53,00   0,30%
  • IDX 5.886   -16,34   -0,28%
  • KOMPAS100 775   -7,40   -0,95%
  • LQ45 587   -2,64   -0,45%
  • ISSI 201   -0,63   -0,31%
  • IDX30 334   -0,77   -0,23%
  • IDXHIDIV20 414   0,55   0,13%
  • IDX80 88   -0,64   -0,72%
  • IDXV30 110   -0,60   -0,54%
  • IDXQ30 108   0,47   0,44%

Bukit Asam (PTBA) Tebar Dividen Rp 1,32 Triliun, Simak Rekomendasi Sahamnya


Kamis, 11 Juni 2026 / 20:29 WIB
Bukit Asam (PTBA) Tebar Dividen Rp 1,32 Triliun, Simak Rekomendasi Sahamnya
ILUSTRASI. Batubara Bukit Asam (Dok/PTBA)


Reporter: Dimas Andi | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. PT Bukit Asam Tbk (PTBA) bakal membagikan dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp 1,32 triliun. Angka ini mewakili 45% dari total laba bersih PTBA pada tahun 2025 yang berjumlah Rp 2,93 triliun.

Hal ini juga menandai berkurangnya dividend payout ratio (DPR) PTBA dibandingkan tahun 2024 lalu yang ada di level 75%. 

Adapun sisa laba bersih sebesar Rp 1,61 triliun atau 55% ditetapkan sebagai saldo laba ditahan guna mendukung pengembangan usaha dan menjaga keberlanjutan bisnis PTBA.

Kelak, para pemegang saham PTBA akan menerima dividen tunai dengan nominal Rp 114 per saham.

Baca Juga: Bukit Asam (PTBA) Sisihkan 45% Laba Bersih 2025 Sebagai Dividen Tunai

Nominal tersebut mengindikasikan yield dividen sebesar 4,33% apabila mengacu harga saham PTBA pada penutupan perdagangan Kamis (11/6) di level Rp 2.630 per saham.

Corporate Secretary PTBA Eko Prayitno mengatakan, seluruh keputusan yang dihasilkan dalam RUPST mencerminkan komitmen perusahaan untuk menjaga keseimbangan antara pemberian nilai tambah kepada pemegang saham, penguatan struktur permodalan, dan keberlanjutan pengembangan usaha.

"Di tengah dinamika industri pertambangan dan energi, PTBA terus berupaya menjaga kinerja operasional yang optimal, meningkatkan efisiensi, memperkuat hilirisasi batu bara, serta mengembangkan berbagai inisiatif bisnis yang mendukung pertumbuhan berkelanjutan dan penciptaan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan," ungkap Eko dalam keterangan resmi, Kamis (11/6/2026).

Sementara itu, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan, penurunan DPR dari PTBA dapat menjadi sorotan bagi sebagian investor, terutama yang memang menjadi pemburu dividen.

Baca Juga: PTBA Dapat Restu Bagikan Dividen Rp 1,3 Triliun, Yield Capai 4,33%

Namun, penurunan DPR tersebut perlu dilihat secara komprehensif, karena keputusan ini mencerminkan komitmen manajemen PTBA untuk menjaga kekuatan arus kas perusahaan di tengah kebutuhan investasi dan pengembangan bisnis secara jangka panjang.

“Investor harus bisa melihat ini sebagai peluang investasi jangka panjang, karena perusahaan berkomitmen menjaga keberlanjutan bisnis,” kata dia, Kamis (11/6).

Meski mengalami penurunan DPR, yield dividen yang ditawarkan PTBA sebenarnya masih tergolong kompetitif dibandingkan emiten-emiten batubara lainnya.

 

Lebih lanjut, prospek kinerja PTBA dinilai masih cukup stabil dengan potensi pertumbuhan yang moderat pada 2026. Salah satu keunggulan utama PTBA adalah porsi penjualan batubara yang cukup tinggi di pasar domestik.

Penjualan ke pasar dalam negeri dapat menjadi penyangga kinerja PTBA ketika permintaan ekspor mengalami tekanan akibat perlambatan ekonomi global, fluktuasi harga komoditas, hingga risiko perubahan regulasi.

Baca Juga: Begini Rekomendasi Teknikal Saham ASII, DEWA, PTBA untuk Jumat (22/5)

Selain itu, PTBA juga memiliki modal berharga berupa struktur biaya produksi yang relatif lebih efisien dibandingkan sejumlah kompetitor di sektor yang sama.


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×