kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.565.000   -15.000   -0,58%
  • USD/IDR 17.933   47,00   0,26%
  • IDX 6.031   -115,44   -1,88%
  • KOMPAS100 775   -16,68   -2,11%
  • LQ45 594   -12,08   -1,99%
  • ISSI 211   -3,62   -1,69%
  • IDX30 330   -5,56   -1,66%
  • IDXHIDIV20 422   -7,90   -1,84%
  • IDX80 89   -1,90   -2,10%
  • IDXV30 116   -1,38   -1,18%
  • IDXQ30 108   -1,77   -1,61%

Bukit Asam (PTBA) Bor 113 Titik pada Kuartal III-2026, Estimasi Dana Rp 42,86 Miliar


Kamis, 08 Oktober 2026 / 16:19 WIB
Bukit Asam (PTBA) Bor 113 Titik pada Kuartal III-2026, Estimasi Dana Rp 42,86 Miliar
ILUSTRASI. PT Bukit Asam Tbk (DOK/PTBA)


Penulis: Muhammad Alief Andri | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bukit Asam Tbk (PTBA) melaksanakan kegiatan eksplorasi di wilayah tambang Tanjung Enim, Ombilin, dan Peranap selama Juli hingga September 2026. Pada periode tersebut, PTBA melakukan pengeboran sebanyak 113 titik dengan total kedalaman mencapai 23.420 meter.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang dikutip Kamis (8/10/2026), kegiatan eksplorasi tersebut mencakup pemetaan geologi, pengeboran, geophysical logging, pengambilan sampel batu bara dan batuan, serta pemantauan Total Organic Carbon (TOC) dan Bottom of Coal (BOC).

Di Tanjung Enim Mining Site (TEMS), PTBA melakukan pengeboran di lima IUP, yakni Air Laya, MTB, Banko Barat, Banko Tengah A dan Banko Tengah B. Total terdapat 76 titik bor dengan kedalaman 19.283 meter. Kegiatan ini dilakukan oleh tim internal PTBA maupun kontraktor jasa pengeboran.

Baca Juga: Rupiah Berpotensi Tertekan pada Perdagangan Jumat (9/10), Dibayangi Sentimen Global

Pengeboran di TEMS ditujukan untuk meningkatkan akurasi model geologi pada area yang direncanakan untuk operasi tambang serta melakukan infill drilling untuk memverifikasi sumber daya dan cadangan batu bara. Biaya eksplorasi di wilayah ini mencapai sekitar Rp 33,04 miliar.

Selain pengeboran, PTBA mengambil 1.321 sampel batu bara, 222 sampel batuan untuk uji asam, serta 661 sampel batuan untuk pengujian mekanika. Pemantauan TOC dan BOC juga dilakukan pada area seluas 728 hektare.

Sementara itu, di Ombilin Mining Site (OMS), PTBA melakukan pengeboran sebanyak 17 titik dengan kedalaman 2.647 meter. Kegiatan tersebut juga mencakup geophysical logging sepanjang 2.427 meter. Dari kegiatan ini, PTBA mengambil 92 sampel batu bara, 93 sampel batuan untuk uji asam, dan 64 sampel batuan untuk pengujian mekanika.

Biaya eksplorasi di Ombilin tercatat sekitar Rp 6,86 miliar. Sedangkan di wilayah Peranap, PTBA melakukan pengeboran sebanyak 20 titik dengan total kedalaman 1.490 meter dan geophysical logging sepanjang 1.467 meter.

Baca Juga: Apexindo (APEX) Terbitkan 218,09 Juta Saham Lewat Private Placement

Kegiatan di Peranap mencakup pengambilan 161 sampel batu bara, 110 sampel batuan untuk uji asam, dan 56 sampel batuan untuk pengujian mekanika. Biaya eksplorasi di wilayah tersebut mencapai sekitar Rp 2,96 miliar.

Dengan demikian, total biaya eksplorasi di tiga wilayah tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp 42,86 miliar. Pengeboran paling besar dilakukan di Tanjung Enim, yang menyumbang sekitar 67% dari total titik bor dan 82% dari total kedalaman pengeboran.

Kegiatan eksplorasi tersebut terutama diarahkan untuk verifikasi sumber daya dan cadangan serta penajaman model geologi. Di Peranap, kegiatan juga mencakup pre-production drilling untuk meningkatkan akurasi model geologi pada area rencana tambang.

Dari sisi biaya, berdasarkan perhitungan atas realisasi masing-masing wilayah, biaya pengeboran per meter diperkirakan sekitar Rp 1,7 juta di TEMS, Rp 2,6 juta di Ombilin, dan Rp 2 juta di Peranap.

Sementara itu, kegiatan eksplorasi PT Internasional Prima Coal (IPC), entitas anak PTBA, yang direncanakan untuk 2026 baru akan dilaksanakan pada 2027.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×