Reporter: Abdul Wahid Fauzie | Editor: Test Test
JAKARTA. Rencana PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) menambah modal tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) sebesar 10%, batal. Perusahaan properti ini beralasan, dana kas mereka masih cukup besar untuk membiayai serangkaian aksi korporasi hingga lima tahun ke depan.
Direktur BSDE Hermawan Wijaya mengungkapkan, nilai kas mereka sebesar Rp 1,18 triliun per Maret lalu. Dengan dana ini, Hermawan yakin, BSDE bisa membiayai rencana akuisisi lahan dan pengembangan properti tahun ini.
Sejatinya, BSDE berniat menambah modal untuk menambal biaya belanja modal dan akuisisi lahan. Anak usaha Grup Sinar Mas ini berniat menerbitkan 10% saham baru. Dana penambahan modal ini nantinya akan dipakai untuk mengakuisisi lahan seluas 600 hektare-700 hektare di kawasan Serpong, Tangerang. Hingga kini, BSDE memiliki lahan seluas 4.700 hektare.
Penambahan lahan ini bertujuan untuk menggenjot penjualan rumah. Hermawan menargetkan, penjualannya bisa mencapai Rp 2 triliun dengan laba bersih Rp 355 miliar atau tumbuh 15% pada tahun ini. Hingga Mei saja, perusahaan ini sudah membukukan pendapatan sebesar Rp 800 miliar. Sebanyak Rp 680 miliar berasal dari penjualan properti, dan sisanya adalah dari komersial.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













