kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.830.000   -50.000   -1,74%
  • USD/IDR 17.211   48,00   0,28%
  • IDX 7.542   -17,77   -0,24%
  • KOMPAS100 1.031   -8,30   -0,80%
  • LQ45 736   -7,70   -1,04%
  • ISSI 273   -0,06   -0,02%
  • IDX30 401   0,75   0,19%
  • IDXHIDIV20 492   5,09   1,05%
  • IDX80 115   -0,96   -0,82%
  • IDXV30 141   2,14   1,54%
  • IDXQ30 129   0,46   0,36%

IHSG Berpotensi Bergerak Volatile pada Kamis (23/4), Ini Kata Analis


Rabu, 22 April 2026 / 17:00 WIB
IHSG Berpotensi Bergerak Volatile pada Kamis (23/4), Ini Kata Analis
ILUSTRASI. IHSG Menguat-Suasana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Muhammad Alief Andri | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak volatil dengan kecenderungan terbatas pada perdagangan Kamis (23/4/2026), di tengah beragam sentimen global dan domestik.

Pada penutupan perdagangan Rabu (22/4/2026), IHSG ditutup melemah 0,24% ke level 7.541,61.

Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan, pelemahan IHSG dipengaruhi oleh sentimen global, khususnya terkait ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran.

“Ketegangan masih berlanjut meskipun gencatan senjata diperpanjang, setelah adanya indikasi kegagalan dalam perundingan perdamaian,” ujarnya kepada Kontan, Rabu (22/4/2026).

Baca Juga: BEI Ubah Kriteria Evaluasi Indeks Utama, Ini Dampaknya ke Pasar Saham

Dari dalam negeri, pasar sebelumnya juga merespons negatif keputusan MSCI yang menunda tinjauan indeks pasar modal Indonesia yang semula dijadwalkan pada Mei 2026.

“Penundaan ini terkait isu transparansi data free float dan reformasi pasar yang dinilai belum tuntas oleh investor global,” jelasnya.

Selain itu, pelaku pasar juga mencermati hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) yang mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75%, dengan fokus menjaga stabilitas rupiah dan inflasi.

Di sisi lain, pasar mulai menanti rilis laporan keuangan kuartal I-2026 dari sejumlah emiten berkapitalisasi besar, khususnya di sektor perbankan dan energi, yang diharapkan dapat menjadi katalis pergerakan indeks.

Nafan memperkirakan IHSG akan bergerak dalam rentang terbatas.

“IHSG diproyeksikan memiliki support di 7.447 dan 7.346, serta resistance di 7.591 dan 7.677,” jelasnya.

Ia juga menyarankan pelaku pasar untuk mencermati sektor-sektor defensif seperti energi, bahan baku, keuangan, dan non-siklikal di tengah kondisi pasar yang dinamis.

Sementara itu, Head of Retail Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai pergerakan IHSG masih akan cenderung volatil pada perdagangan berikutnya.

“IHSG terkoreksi seiring pergerakan mayoritas bursa global dan regional Asia, di sisi lain nilai tukar rupiah juga melemah terhadap dolar AS,” ujarnya.

Menurutnya, sentimen domestik juga datang dari keputusan BI rate yang tetap di 4,75% serta rencana pembaruan kriteria indeks LQ45 dan IDX30.

Herditya memperkirakan IHSG bergerak pada kisaran support 7.525 dan resistance 7.570.

Ia menambahkan, investor masih mencermati perkembangan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran yang dapat memengaruhi sentimen pasar global.

Untuk perdagangan Kamis (23/4/2026), Herditya merekomendasikan sejumlah saham yang dapat dicermati, yakni ACES di kisaran Rp406-Rp420, BBYB Rp360-Rp374, dan BMRI di area Rp4.830-Rp4.940.

Baca Juga: Jasuindo Tiga Perkasa (JTPE) Berencana Gelar Buyback Siapkan Anggaran Rp 200 Miliar

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×