kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   -38.000   -2,09%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

BRTI: Kongsi Flexi-Esia Jangan Timbulkan Monopoli


Kamis, 10 Juni 2010 / 14:13 WIB
BRTI: Kongsi Flexi-Esia Jangan Timbulkan Monopoli


Reporter: Sandy Baskoro | Editor: Sandy Baskoro

JAKARTA. Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) mulai mencermati rencana kongsi PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) dan PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL). Seperti ramai diberitakan, TLKM lewat Telkom Flexi akan menggandeng BTEL yang mengusung merek dagang Esia.

Anggota BRTI Heru Sutadi mengingatkan, jangan sampai kongsi tersebut, entah melalui merger atau akuisisi, dapat menimbulkan persaingan usaha tidak sehat dan monopoli di bisnis telepon tetap nirkabel atau fixed wireless access (FWA).

Telkom Flexi dan Bakrie Telecom adalah pemain dominan pada layanan telepon tetap nirkabel di tanah air. Jika mereka bergabung, bisa dipastikan keduanya akan semakin menguasai pasar telekomunikasi yang menggunakan teknologi Code Division Multiple Access (CDMA).

"Tapi sampai sekarang kami belum mendapatkan pemberitahuan resmi dari kedua operator telekomunikasi," tutur Heru, Kamis (10/6).

Menurut Heru, BRTI tengah membuat aturan terkait merger dan akuisisi di perusahaan telekomunikasi. Ketentuan ini akan sejalan dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU

[X]
×