kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.788.000   -12.000   -0,43%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Brexit kian dekat, GBP/USD masih tertekan


Kamis, 23 Januari 2020 / 19:50 WIB


Reporter: Intan Nirmala Sari | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Jelang proses keluarnya Inggris dari Uni Eropa (UE) atau dikenal Brexit, pergerakan pasangan kurs GBP/USD berpotensi mengalami rebound pada perdagangan Jumat (24/1).

Ditambah lagi, pergerakan poundsterling cenderung tertekan, tampak dari perdagangan Kamis (23/1) di mana pasangan GBP/USD turun 0,14% ke level 1,3124.

Baca Juga: Finex Berjangka: Buy untuk pasangan EUR/JPY

Analis PT Rifan Financindo Berjangka Sakti Dirgantara menjelaskan, pergerakan pasangan GBP/USD turun dari level tertinggi selama sepuluh hari terakhir. Hal ini dipicu adanya aksi profit taking para investor seiring kuatnya permintaan akan aset safe-haven yang melemahkan poundsterling. 

"Pasangan GBP/USD tertekan di tengah fundamental yang kuat pasca dukungan House of Lords terhadap Brexit Withdrawal Agreement Bill (WAB) Boris Johnson," ungkap Sakti kepada Kontan, Kamis (23/1).

Meskipun begitu, bayangan akan hard Brexit muncul oleh pernyataan Ketua Uni Eropa Von der Leyen yang menyatakan bahwa akses Inggris ke pasar tunggal akan melemah jika tidak terus menandatangani aturan Uni Eropa setelah Brexit.

Kepala Uni Eropa juga menegaskan bahwa pembicaraan perdagangan akan dimulai pada Februari mendatang, menyusul spekulasi bahwa akan ada penundaan lebih lanjut hingga Maret. 

Baca Juga: Rilis data ekonomi Jerman bantu euro menekuk dolar AS

Sementara itu, dollar AS bergerak naik terhadap beberapa rival mata uang lain pada perdagangan hari Kamis (23/1), khususnya setelah data perumahan positif memperkuat harapan bahwa ekonomi AS akan tetap meningkat.

National Association of Realtors (NAR) mencatat penjualan rumah lama AS naik sebesar 3,6% ke tingkat tahunan 5,54 juta, sekaligus jadi yang terkuat sejak Februari 2018. 




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×