Reporter: Adi Wikanto | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - Jakarta. Pengusaha Garibaldi Thohir atau Boy Thohir menambah kepemilikan saham di tiga emiten, yakni PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA), PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI). Pembelian Boy Thohir langsung mendongkrak harga ketiga saham dan menghentikan tren pelemahan yang telah berlangsung setidaknya dalam sebulan terakhir.
Merujuk keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Melalui PT Trinugraha Thohir, Boy Thohir membeli total 2.824.900 saham dari ketiga emiten tersebut pada perdagangan 19 Oktober 2026.
Berdasarkan informasi yang dikutip Bisnis Indonesia pada Selasa (20/10/2026), pembelian itu terdiri atas 2.252.300 saham ESSA, 470.000 saham ADRO, dan 102.600 saham AADI.
Untuk saham ESSA, transaksi dilakukan pada harga Rp 444 per saham. Dengan demikian, nilai pembelian mencapai sekitar Rp 1 miliar.
Setelah transaksi tersebut, kepemilikan saham ESSA melalui PT Trinugraha Thohir meningkat menjadi 84.955.645 saham atau setara dengan 0,49% hak suara.
Boy menyatakan penambahan investasi tersebut didorong keyakinan terhadap fundamental perusahaan nasional dan valuasi saham yang dinilai kompetitif. Ia melihat kondisi tersebut sebagai peluang investasi untuk jangka panjang.
Strategi itu juga sejalan dengan portofolio investasi yang memiliki eksposur terhadap sektor energi dan sumber daya alam.
Baca Juga: Harga Rp 178, Saham Ini Akan Bagi Dividen Dengan Yield Di Atas 5x Bunga Deposito
Harga saham ESSA, ADRO, dan AADI menguat
Penguatan harga saham turut mewarnai perdagangan Selasa (20/10/2026). Berdasarkan data historis perdagangan, saham ESSA ditutup di level Rp 505, naik 7,45% dibandingkan hari sebelumnya.
Saham AADI menguat 7,62% ke level Rp 10.950. Adapun saham ADRO naik 8,60% atau Rp 190 menjadi Rp 2.400 per saham.
Penguatan ini menghentikan tren pelemahan harga tiga saham tersebut. Selama perdagangan 30 hari, harga saham ADRO terakumulasi melemah 8,40%, sedangkan AADI turun 5,60% dan ESSA anjlok 15,83%.
Meski demikian, pembelian saham oleh pemegang saham atau pihak yang terafiliasi tidak serta-merta menjamin kenaikan harga saham selanjutnya. Investor tetap perlu mempertimbangkan kinerja keuangan, prospek bisnis, valuasi, serta risiko masing-masing emiten sebelum mengambil keputusan investasi.
Tonton: Lipstick Effect: Saat Konsumen Berhemat Tanpa Berhenti Belanja
Kinerja emiten menjadi perhatian investor
Dari sisi fundamental, ESSA mencatatkan laba bersih sebesar US$ 30,2 juta pada semester I-2026. Capaian tersebut hampir dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, ADRO membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 309,37 juta pada semester I-2026, setara sekitar Rp 5,52 triliun berdasarkan konversi yang digunakan dalam pemberitaan. Laba tersebut meningkat 76,83% secara tahunan atau year on year (yoy).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













