Reporter: Vina Elvira | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - Jakarta. Harga saham perusahaan emas perhiasan, PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) berhasil bangkit usai pelemahan hingga titik terendah tahun ini. Kebangkitan harga karena adanya pembelian saham HRTA berjumlah besar oleh perusahaan milik pengendali saham Hartadinata.
Harga saham HRTA pada perdagangan Selasa 30 Oktober 2026 ditutup di Rp 1.595, naik 85 poin atau 5,63% secara harian. Sehari sebelumnya, harga saham HRTA di Rp 1.510, merupakan harga terendah sepanjang tahun 2026 ini.
Kenaikan harga saham HRTA karena adanya penambahan kepemilikan saham oleh PT Terang Anugrah Abadi sebanyak 4,35 juta saham sejak 16 Oktober 2026.
PT Terang Anugrah Abadi merupakan perusahaan yang dikendalikan Ferriyady Hartadinata, pemegang saham pengendali akhir sekaligus Presiden Komisaris HRTA.
Pembelian saham tersebut berlangsung ketika pasar saham domestik menghadapi tekanan jual. Salah satu sentimen yang membayangi pasar adalah kekhawatiran investor terhadap potensi perubahan klasifikasi Indonesia oleh penyedia indeks global MSCI menjadi Standalone Market.
Ferriyady menyatakan, penambahan kepemilikan saham itu mencerminkan keyakinannya terhadap fundamental HRTA, prospek industri emas nasional, serta ketahanan ekonomi Indonesia dalam jangka panjang.
“Saya memiliki keyakinan kuat terhadap fundamental ekonomi Indonesia dan prospek jangka panjang HRTA. Di tengah volatilitas pasar, saya memilih menunjukkan kepercayaan tersebut melalui tindakan nyata,” ujar Ferriyady dalam keterangan tertulis, Selasa (20/10/2026).
Baca Juga: TBS Energi Utama (TOBA) Restrukturisasi Anak Usaha, Nilai Transaksi S$ 138,19 Juta
Ia menambahkan, investasi dan penguatan industri dalam negeri merupakan bagian dari kontribusi pengusaha nasional terhadap perekonomian Indonesia.
Di sisi bisnis, HRTA melanjutkan strategi pengembangan industri emas melalui manufaktur dan ekspor perhiasan emas jadi atau *fine finished gold jewelry*. Strategi tersebut diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah produk, membuka lapangan kerja, memperkuat daya saing industri domestik, serta menambah devisa negara.
Selain mengembangkan pasar ekspor, HRTA juga terlibat dalam pengembangan ekosistem bullion bank di Indonesia. Perseroan menjalin kerja sama dengan PT Pegadaian, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI), dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Kemitraan tersebut ditujukan untuk memperluas akses investasi emas, memperkuat distribusi bullion, serta mendukung terbentuknya ekosistem industri emas nasional yang terintegrasi.
HRTA optimistis penguatan rantai pasok, ekspansi ekspor, dan kemitraan strategis dengan institusi keuangan dapat menopang pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan. Perseroan juga menargetkan strategi tersebut mampu menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham dan perekonomian nasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













