kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.561.000   -13.000   -0,51%
  • USD/IDR 17.960   33,00   0,18%
  • IDX 5.864   -79,24   -1,33%
  • KOMPAS100 761   -9,05   -1,18%
  • LQ45 590   -4,50   -0,76%
  • ISSI 201   -3,89   -1,90%
  • IDX30 329   -2,36   -0,71%
  • IDXHIDIV20 423   -1,46   -0,34%
  • IDX80 87   -0,86   -0,97%
  • IDXV30 116   -0,59   -0,51%
  • IDXQ30 108   -0,38   -0,35%

Bos ACES Ungkap Alasan Kawan Lama Tinggalkan ACE Hardware dan Pilih AZKO


Jumat, 16 Oktober 2026 / 05:00 WIB
Diperbarui Jumat, 16 Oktober 2026 / 05:07 WIB
Bos ACES Ungkap Alasan Kawan Lama Tinggalkan ACE Hardware dan Pilih AZKO
ILUSTRASI. Aspirasi Hidup Indonesia (ACES) Ganti Nama ACE Hardware Menjadi AZKO (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Adi Wikanto | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Jakarta. Keputusan meninggalkan merek yang telah dikenal konsumen selama puluhan tahun menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan ritel. Namun, bagi Teresa Wibowo, CEO ruparupa sekaligus Direktur PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES), perubahan strategi merek merupakan bagian dari upaya menjaga keberlanjutan bisnis.

Teresa menjelaskan, keputusan Kawan Lama Group tidak melanjutkan kerja sama waralaba ACE Hardware dan mengembangkan merek sendiri, AZKO, diambil setelah perusahaan mengevaluasi persyaratan perpanjangan kerja sama.

Menurut dia, terdapat sejumlah ketentuan baru dari pemilik waralaba yang mengharuskan perusahaan melakukan berbagai penyesuaian. Kondisi tersebut mendorong perusahaan mempertimbangkan kembali manfaat mempertahankan merek waralaba dibandingkan membangun identitas sendiri.

“Keputusan untuk tidak melanjutkan kerja sama waralaba bukanlah hal yang mudah,” ujar Teresa dalam sebuah diskusi di The Kasablanka Hall, Jakarta, Rabu (14/10/2026).

Bagi perusahaan, nama yang sudah dikenal konsumen memang memiliki nilai komersial. Namun, penggunaan merek waralaba juga disertai kewajiban pembayaran royalti dan pemenuhan persyaratan tertentu.

“Kami berpikir, apakah sepadan jika kami terus membayar royalti dan biaya lainnya untuk mempertahankan sebuah nama? Apakah mempertahankan nama tersebut masih perlu kami lanjutkan, atau lebih baik membangun merek sendiri,” kata dia.

Keputusan tersebut menjadi langkah penting bagi Kawan Lama Group untuk mengembangkan identitas bisnis yang dapat dikelola sesuai dengan strategi perusahaan sendiri.

Meski demikian, membangun merek baru bukan perkara mudah. Perusahaan perlu menjaga kepercayaan pelanggan, mempertahankan kualitas produk, serta memastikan pengalaman berbelanja tetap sesuai dengan harapan konsumen.

Baca Juga: Volatilitas Harga Perak Lebih Tinggi dari Emas, Simak Strategi Investasinya

Teresa Wibowo utamakan kebutuhan pelanggan

Dalam mengembangkan bisnis ritel, Teresa menilai pemahaman terhadap kebutuhan konsumen menjadi faktor penting untuk memenangkan persaingan.

Menurut dia, perusahaan tidak cukup hanya mengandalkan intuisi atau laporan penjualan. Pengamatan langsung terhadap perilaku pelanggan juga diperlukan untuk memahami pengalaman berbelanja secara menyeluruh.

Teresa mengatakan, perusahaan harus mengetahui kebutuhan yang belum terpenuhi dan menentukan produk atau layanan yang dapat memberikan solusi bagi konsumen.

“Kalau customers tidak kita dengar, kan yang kita serve itu customer ya. Terus kalau mereka tidak kita dengar, tidak kita pelajari, terus kita jualan apa?” ujar dia.

Pengamatan tersebut mencakup cara konsumen berinteraksi dengan produk, pelayanan staf di toko, hingga penataan barang. Berbagai detail operasional itu dinilai dapat memberikan informasi yang tidak selalu terlihat dalam laporan penjualan.

Teresa mengaku memiliki pengalaman langsung dalam kegiatan operasional ritel sejak kecil. Saat liburan sekolah, dia kerap mengunjungi toko dan melihat berbagai proses yang berlangsung di dalamnya.

Menurut dia, pemahaman terhadap pelanggan juga dapat membuka peluang pengembangan kategori produk. Penambahan perlengkapan bayi dan produk olahraga menjadi contoh upaya perusahaan menyesuaikan penawaran dengan kebutuhan konsumen.

Namun, pengembangan kategori baru tetap perlu mempertimbangkan relevansinya dengan arah bisnis dan potensi kebutuhan pasar.

Tonton: OTT BNPB! Adik Kepala BNPB Jadi Tersangka, KPK Sita Rp1,4 Miliar

Transformasi digital menjadi bagian strategi bisnis

Selain membangun merek sendiri, Teresa juga mendorong pengembangan bisnis digital melalui ruparupa.com.

Platform tersebut mulai dikembangkan sekitar 11 tahun sebelum diskusi berlangsung, ketika perdagangan elektronik mulai berkembang dan konsumen semakin mengharapkan layanan belanja daring.

Teresa mengatakan, pengembangan kanal digital menjadi tantangan bagi Kawan Lama Group yang selama puluhan tahun membangun bisnis melalui distribusi dan jaringan toko fisik.

Kawan Lama Group, menurut dia, telah menjalankan bisnis selama 71 tahun dengan fondasi usaha yang bertumpu pada kegiatan operasional secara langsung atau brick and mortar.

Perusahaan kemudian berupaya memperluas jangkauan bisnis melalui perdagangan elektronik. Meski demikian, proses pengembangan kanal digital tidak selalu berjalan mulus dan sempat menghadapi tekanan keuangan.

Pandemi Covid-19 menjadi salah satu momentum penting yang memperlihatkan manfaat infrastruktur digital yang telah dibangun sebelumnya.

Ketika operasional toko menghadapi perubahan, kanal digital membantu karyawan tetap menjalankan aktivitas penjualan tanpa sepenuhnya bergantung pada transaksi di gerai fisik.

Bagi Teresa, transformasi digital tidak sebatas menghadirkan situs web atau aplikasi untuk berjualan. Perusahaan juga perlu membangun ekosistem yang menghubungkan kanal penjualan, infrastruktur, karyawan, dan kebutuhan pelanggan.

Dengan pendekatan tersebut, kanal digital dapat menjadi bagian dari strategi bisnis secara keseluruhan, bukan sekadar pelengkap jaringan toko fisik.

Tonton: IHSG Memerah Hari Ini (15 Oktober 2026)

Beri ruang bagi inovasi dan eksperimen

Teresa juga menekankan pentingnya memberikan ruang kepada karyawan untuk mencoba pendekatan baru. Menurut dia, perusahaan akan kesulitan beradaptasi jika setiap kegagalan eksperimen langsung berujung pada penilaian negatif terhadap kinerja tim.

Namun, kebebasan bereksperimen tetap perlu disertai target dan indikator keberhasilan yang jelas.

Dengan menetapkan metrik sejak awal, perusahaan dapat mengevaluasi hasil percobaan, mengidentifikasi kekurangan, dan menentukan apakah strategi tersebut layak dilanjutkan.

Dalam pengembangan ruparupa, misalnya, eksperimen pemasaran perlu dihubungkan dengan hasil penjualan. Dengan demikian, perusahaan dapat mengukur efektivitas penggunaan anggaran sekaligus memperoleh pembelajaran untuk strategi berikutnya.

Teresa menilai, perusahaan perlu mengetahui sedini mungkin apakah suatu pendekatan memberikan hasil sesuai harapan.

“It's better to fail fast daripada fail later,” kata dia.

Prinsip tersebut menekankan pentingnya mempercepat proses pembelajaran agar perusahaan dapat segera memperbaiki strategi ketika hasil eksperimen belum sesuai target.

Baca Juga: VKTR Teknologi Mobilitas(VKTR) Perkuat Bisnis Kendaraan Listrik lewat Anak Usaha Baru

Teresa Wibowo soroti pentingnya regenerasi pemimpin

Di luar strategi merek dan transformasi digital, Teresa menilai keberlanjutan bisnis juga bergantung pada kesiapan perusahaan membangun generasi pemimpin berikutnya.

Menurut dia, perusahaan keluarga perlu memastikan bahwa pengelolaan bisnis tidak hanya bergantung pada satu individu atau generasi tertentu.

Proses suksesi, kata Teresa, harus direncanakan secara profesional dengan mempertimbangkan kompetensi dan kesesuaian calon pemimpin terhadap kebutuhan perusahaan.

“Mindset-nya adalah siapa yang bisa menjalankan bisnis ini selamanya,” ujar dia.

Karena itu, posisi strategis seharusnya diberikan kepada orang yang memiliki kemampuan sesuai kebutuhan bisnis, bukan semata-mata berdasarkan hubungan keluarga.

Teresa juga menekankan pentingnya membangun tim dengan karakter dan nilai-nilai yang sejalan dengan perusahaan. Menurut dia, keterampilan dapat dikembangkan melalui pendidikan dan pengalaman, sedangkan karakter membutuhkan perhatian tersendiri.

“Skill itu bisa ditambah, tapi yang susah dibentuk adalah karakter orang,” katanya.

Untuk menyiapkan pemimpin berikutnya, Teresa meluangkan waktu mendampingi karyawan yang dinilai memiliki potensi. Pendampingan dilakukan melalui pertemuan satu lawan satu serta pemberian tantangan untuk mempersiapkan mereka menghadapi tanggung jawab yang lebih besar.

Menurut dia, pengembangan sumber daya manusia membantu perusahaan membagi tanggung jawab secara lebih efektif sehingga organisasi tidak terus-menerus bergantung pada satu orang.

Pada akhirnya, keputusan Kawan Lama Group mengembangkan AZKO mencerminkan upaya perusahaan menentukan arah bisnisnya sendiri. Tantangannya adalah membangun kepercayaan terhadap identitas baru sekaligus memastikan strategi yang dijalankan tetap relevan dengan kebutuhan pelanggan.

Teresa menilai, pemimpin perlu terbuka terhadap perubahan, memberikan kesempatan kepada tim untuk belajar, dan menempatkan manusia sebagai bagian penting dari strategi pertumbuhan perusahaan.

“Stay positive and people first,” ujar Teresa.






Sumber: https://money.kompas.com/read/2026/10/15/090100726/cerita-bos-kawan-lama-pilih-azko-dan-tinggalkan-ace-hardware?page=all#page2


 

BREAKING NEWS! Prabowo Lantik 9 Pejabat, Maruli Jadi Wakil Panglima TNI!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×