Reporter: Adi Wikanto | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Direktur PT Futura Energi Global Tbk (FUTR), Anggara Suryawan, memborong lebih dari 66 juta saham perusahaan. Tak butuh waktu lama, Anggara mencatatkan keuntungan yang belum terealisasi dari kenaikan harga saham sebesar Rp 1 miliar.
Anggara menambah kepemilikan sahamnya di perseroan dengan membeli sebanyak 66.500.000 saham pada 21 Juli 2026. Nilai transaksi tersebut mencapai sekitar Rp 15,29 miliar.
Berdasarkan laporan perubahan kepemilikan saham yang diterima Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 22 Juli 2026, Anggara Suryawan membeli saham FUTR dengan harga Rp 230 per saham. Setelah transaksi dilakukan, kepemilikannya meningkat menjadi 74.744.200 saham atau setara 1,031% dari total saham yang ditempatkan dan disetor penuh perseroan.
Pembelian saham tersebut dilakukan secara langsung dan seluruhnya ditujukan untuk investasi pribadi. Transaksi juga tidak melibatkan pihak afiliasi maupun pihak ketiga sehingga tidak mengubah struktur pengendalian perseroan.
Aksi penambahan kepemilikan oleh direksi ini mencerminkan keyakinan manajemen terhadap prospek bisnis PT Futura Energi Global Tbk yang bergerak di bidang energi terbarukan dan solusi karbon.
Baca Juga: Dua Investor Besar Borong Saham Perusahaan Taksi Ini dengan Harga Di Bawah Pasar
Pada perdagangan Rabu (22/7/2026), harga saham FUTR ditutup di level Rp 246 per saham atau tidak berubah dibandingkan penutupan sehari sebelumnya. Dengan harga tersebut, Anggara Suryawan telah mengantongi potensi keuntungan (capital gain) yang belum terealisasi sebesar sekitar Rp 1,06 miliar hanya dalam waktu satu hari perdagangan.
Perhitungan tersebut didasarkan pada selisih harga pembelian sebesar Rp 230 per saham dengan harga penutupan Rp 246 per saham atau terdapat kenaikan Rp 16 per saham. Dengan jumlah kepemilikan baru sebanyak 66,5 juta saham yang dibeli, potensi keuntungan tercatat mencapai sekitar Rp 1,064 miliar.
Meski nilai transaksi sebesar Rp 15,29 miliar relatif kecil dibandingkan total kapitalisasi pasar perseroan, aksi pembelian saham oleh jajaran direksi kerap menjadi perhatian pelaku pasar. Langkah tersebut umumnya dipandang sebagai sinyal optimisme manajemen terhadap prospek pertumbuhan bisnis perusahaan dalam jangka panjang.
Tonton: Heboh Dikritik DPR, Lemhannas Batal Kirim 25 Kepala Daerah ke Singapura, Diganti Kelas Daring
Selain itu, pembelian saham secara langsung juga dinilai dapat meningkatkan likuiditas perdagangan saham di pasar sekunder. Kendati demikian, transaksi ini tidak menimbulkan perubahan hak suara yang signifikan maupun perubahan pengendalian di tingkat pemegang saham.
Penambahan kepemilikan oleh direksi juga dapat memberikan sentimen positif bagi investor karena menunjukkan adanya keselarasan kepentingan antara manajemen dan pemegang saham dalam mendorong pertumbuhan nilai perusahaan.
Meskipun demikian, pelaku pasar tetap perlu mempertimbangkan berbagai faktor fundamental sebelum mengambil keputusan investasi, termasuk kinerja keuangan, prospek industri, serta valuasi saham perseroan. Aksi beli saham oleh manajemen dapat menjadi salah satu indikator yang diperhatikan, tetapi bukan satu-satunya dasar dalam menentukan keputusan investasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_24062609492500.jpg)
