Reporter: Yuliana Hema | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) terus mendorong pengembangan bisnis PT Telkom Infrastruktur Indonesia alias InfraNexia dengan memperuas basis pelanggan. Di mana, kontribusi pelanggan eksternal dipatok bisa mencapai 30% dari pendapatan.
Direktur Wholesale & International Service Telkom Budi Satria Dharma Purba menjelaskan Infranexia telah menjalankan kegiatan komersial dan membangun kemitraan dengan pelanggan eksternal.
“Dari sisi komersial, saat ini kontribusi pelanggan eksternal berada dalam kisaran 10%–15% dari pendapatan InfraNexia. Ke depan kami mengharapkan kontribusi tersebut semakin meningkat, sekitar 25%–30%,” jelasnya dalam paparan publik, Senin (7/9/2026).
Baca Juga: Rupiah Melemah ke Rp 17.658 Per Dolar AS di Tengah Hari Ini (7/9), Asia Bervariasi
Meski memperbesar porsi eksternal, kata Budi, Telkom Group tetap menjadi anchor demand, dengan Telkomsel sebagai salah satu pelanggan utama InfraNexia. Strategi ini akan memberikan basis pendapatan yang kuat.
“Keberadaan Telkom Group sebagai anchor demand memberikan basis pendapatan yang kuat bagi Infranexia sekaligus mendukung pengembangan bisnis kepada pelanggan eksternal,” kata Budi.
Adapun proses pembentukan FiberCo atau InfraNexia saat ini memasuki fase kedua. Fase pertama telah rampung pada Desember 2025, yang mencakup pengalihan lebih dari 50% aset fiber terpilih Telkom dengan nilai transaksi sekitar Rp 35,8 triliun.
Fase kedua mencakup pengalihan sisa aset, kontrak, serta sumber daya operasional. Tahapan ini ditargetkan selesai sekitar akhir September hingga awal Oktober 2026, sesuai dengan proses dan persetujuan yang diperlukan.
Baca Juga: IHSG Melemah ke 6.628 di Sesi Pertama Hari Ini, Top Losers LQ45: ESSA, HRTA, MAPI
“Pelaksanaan tahap kedua Infranexia masih berjalan dengan target penyelesaian sekitar akhir September hingga awal Oktober 2026,” ucap Budi.
Budi bilang jadwal fase kedua mengalami sedikit pergeseran karena adanya pekerjaan tambahan setelah restatement laporan keuangan tahun buku 2025 serta penyelesaian dokumentasi transaksi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














