kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

BOJ pangkas stimulus, yen ungguli dollar AS


Selasa, 09 Januari 2018 / 19:05 WIB


Reporter: Tane Hadiyantono | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kebijakan bank sentral Jepang alias Bank of Japan (BOJ) mengurangi belanja surat utang tenor panjang mengangkat valuasi yen terhadap the greenback. Namun, penguatan ini dinilai hanya efek kejut yang bersifat sementara, sebelum dollar AS kembali rebound.

Mengutip Bloomberg, Selasa (9/1) pukul 17.43 WIB, pasangan USD/JPY turun 0,19% menjadi 112,87.

Analis Monex Investindo Futures Putu Agus Pransuamitra menjelaskan, keputusan BOJ memangkas belanja obligasi tenor 25-40 tahun direspon pasar dengan mengoleksi yen Jepang.

"Ini jadi langkah pengetatan moneter pertama, karena sebelumnya selalu menambah belanja obligasi," jelas Putu, hari ini.

Menurut Putu, dengan mengurangi belanja obligasi, artinya terdapat indikasi kurva yield surat utang Jepang bergerak melewati level 0%, yang selama ini ditekan oleh pemerintah.

Di sisi lain, dollar AS pada pekan ini relatif minim data pendukung. Mata uang Paman Sam juga terguncang lantaran pidato dua anggota The Federal Reserve yang tak sejalan. Raphael Bostic dari Bank of Atlanta cenderung dovish, namun John Williams dari Bank of San Fransisco menyampaikan pendapatan bernada hawkish terkait potensi kenaikan suku bunga tiga kali pada tahun ini.

Secara teknikal, Putu menilai, pasangan ini berpotensi melanjutkan penurunan, meksi tidak menutup kemungkinan rebound. Atas pertimbangan tersebut, Putu menyarankan buy pasangan USD/JPY, dengan support di 112,35-112,70 dan resistance antara 113,15-113,75.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×