kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.870   -65,00   -0,36%
  • IDX 5.821   -75,34   -1,28%
  • KOMPAS100 752   -12,33   -1,61%
  • LQ45 573   -10,72   -1,84%
  • ISSI 201   -1,70   -0,84%
  • IDX30 325   -6,09   -1,84%
  • IDXHIDIV20 401   -6,69   -1,64%
  • IDX80 86   -1,38   -1,59%
  • IDXV30 108   -1,25   -1,14%
  • IDXQ30 105   -1,88   -1,76%

BNI Asset Management terbitkan produk baru


Senin, 30 Maret 2015 / 21:12 WIB
ILUSTRASI. Manfaat jeruk nipis untuk kesehatan.


Reporter: Wahyu Satriani | Editor: Andri Indradie

JAKARTA. Tawaran produk investasi kian bertambah. Kali ini, BNI Asset Management akan menerbitkan reksadana pendapatan tetap berbasis dollar Amerika Serikat (AS), tahun ini.

Senior Fund Manager BNI Asset Management Hanif Mantif mengatakan akan mengajukan permintaan kepada otoritas jasa keuangan (OJK) pada semester II tahun 2015. "Reksadana ini menyasar investor konservatif," tutur Hanif, Jakarta.

Produk ini akan berisi global bond pemerintah dan surat berharga negara syariah (SBSN) atau sukuk dollar bertenor panjang. Menurut Hanif, produk ini bisa mencetak return sekitar 3% per tahun. "Return akan dibagikan setiap bulan," ujar dia.

Vice President Investment Quant Kapital Investama Hans Kwee memperkirakan, prospek reksadana dollar AS tahun ini masih menarik. Pemicunya, nilai tukar rupiah diperkirakan masih akan mengalami depresiasi seiring rencana kenaikan suku bunga the Fed. Apalagi, apabila kebutuhan dana investor dalam denominasi rupiah. "Karena return reksadana dalam dollar AS," tutur Hans.

Menurut dia, investor dengan dana investasi rupiah bisa masuk pada saat rupiah menguat. Agar maksimal, investor dapat berinvestasi dalam jangka panjang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×