kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.549.000   34.000   1,35%
  • USD/IDR 16.781   21,00   0,13%
  • IDX 8.934   74,42   0,84%
  • KOMPAS100 1.226   8,17   0,67%
  • LQ45 865   5,28   0,61%
  • ISSI 322   1,78   0,55%
  • IDX30 443   0,30   0,07%
  • IDXHIDIV20 516   -0,09   -0,02%
  • IDX80 136   0,92   0,68%
  • IDXV30 143   1,50   1,06%
  • IDXQ30 142   -0,22   -0,16%

Bitcoin Mendekati US$93.000, Trump Buka Opsi Aksi terhadap Kolombia


Senin, 05 Januari 2026 / 15:59 WIB
Bitcoin Mendekati US$93.000, Trump Buka Opsi Aksi terhadap Kolombia
ILUSTRASI. Bitcoin (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Cointelegraph | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Bitcoin menguat mendekati US$93.000 pada Senin (5/1/2026) seiring meningkatnya ketidakpastian geopolitik setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan pernyataan keras terkait kemungkinan tindakan terhadap Kolombia dan Meksiko, menyusul operasi militer AS di Venezuela akhir pekan lalu.

Trump pada Minggu (4/1/2026) mengkritik Kolombia terkait perdagangan kokain dan menyebut kemungkinan operasi militer AS terhadap negara tersebut sebagai sesuatu yang “terdengar bagus”, mengutip laporan Reuters.

Ia juga memperingatkan bahwa Meksiko perlu menghadapi tindakan tegas terkait kartel narkoba.

Baca Juga: Dibayangi Sentimen Geopolitik, Harga Minyak Mentah Terkoreksi

“Kolombia juga sangat sakit, dipimpin oleh orang sakit yang senang membuat kokain dan menjualnya ke Amerika Serikat, dan dia tidak akan bertahan lama,” kata Trump.

Ketika ditanya apakah AS akan mempertimbangkan aksi militer terhadap Kolombia, Trump menjawab, “Itu terdengar bagus bagi saya.”

Meski hubungan Trump dengan Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum relatif lebih baik, Sheinbaum menolak bantuan AS dalam memerangi kartel narkoba.

Trump pun merespons dengan pernyataan, “Sesuatu harus dilakukan di Meksiko.”

AS juga terus mencermati Kuba, sekutu strategis Venezuela. Trump menggambarkan Kuba sebagai negara yang sedang runtuh dan “siap tumbang” setelah pasokan minyak dari Venezuela terhenti.

Baca Juga: Rupiah Ditutup Melemah ke Rp 16.740 Per Dolar AS Hari Ini (5/1), Asia Melemah

Dampak ke pasar kripto relatif terbatas

Berdasarkan data CoinGecko, harga Bitcoin naik sekitar 3,35% dari US$89.990 menjadi mendekati US$93.000 sejak operasi militer AS di Venezuela berlangsung.

Sebagai informasi, data Coinmarketcap pukul 15.56 WIB, harga Bitcoin dikisaran US$92.500 atau naik 1,33% dalam 24 jam terakhir.

Analis pasar kripto Crypto Rover menilai insiden Venezuela tidak menimbulkan guncangan besar di pasar karena penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dilakukan dengan cepat, sebelum ketidakpastian berkembang luas.

Menurutnya, kondisi ini berbeda dengan konflik geopolitik sebelumnya yang memicu kepanikan berkepanjangan di pasar global.

Baca Juga: Tertekan Tahun Lalu, Cek Prospek dan Rekomendasi Saham LQ45 pada 2026

Greenland kembali masuk radar Trump

Menambah daftar ketidakpastian geopolitik, Trump juga menyatakan masih menaruh perhatian pada Greenland, yang ia sebut penting bagi keamanan dan pertahanan nasional AS.

Namun, para pejabat di Denmark dan Norwegia kembali menegaskan bahwa wilayah kaya mineral tersebut tidak untuk dijual, sembari meminta Trump menghentikan pernyataan bernada ancaman terkait Greenland.

Selanjutnya: Obligasi 2026: Panduan Lengkap untuk Investor Pemula

Menarik Dibaca: Ramalan 12 Zodiak Keuangan dan Karier Besok Selasa 6 Januari 2026, Harus Cermat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

[X]
×