kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.541   41,00   0,23%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Bitcoin dan kawan-kawan bisa bikin hubungan dengan pasangan merenggang


Selasa, 27 April 2021 / 06:09 WIB
ILUSTRASI. Bitcoin


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Setahun belakangan ini, mata uang kripto memang tengah berjaya, terutama Bitcoin dan Ethereum. Dalam 12 bulan terakhir ini, harga Ehtereum telah melonjak hingga 11 kali lipat. 

Sedangkan harga Bitcoin diketahui telah naik lebih dari enam kali lipat semenjak tahun lalu. Terakhir, pada pertengahan April lalu, nilai tukar Bitcoin bahkan tembus ke rekor nilai tertinggi baru dalam sejarah, yakni di angka 63.388 dollar AS atau setara dengan Rp 924,55 juta per keping. 

Namun, hampir dua minggu setelahnya, harga Bitcoin sudah turun kembali di angka US$ 52.000 (setara Rp 751,9 juta) per kepingnya, menurut data dari situs CoinDesk, Senin pagi. 

Baca Juga: Ini penyebab Dogecoin melonjak 400% dalam seminggu

Popularitas mata uang kripto yang semakin menanjak ini juga akhirnya memungkinkan perusahaan dompet digital Coinbase berhasil melantai di bursa saham. 

Masuknya Coinbase ke bursa saham disebut-sebut sebagai tonggak sejarah baru bagi industri mata uang kripto setelah bertahun-tahun dipandang meragukan oleh regulator dan pasar saham Wall Street.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bitcoin dkk. Ternyata Bisa Bikin Hubungan dengan Pasangan Merenggang"
Penulis : Galuh Putri Riyanto
Editor : Oik Yusuf

Selanjutnya: Aset kripto berbasis decentralized finance (deFi) dianggap lebih menarik, kenapa?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×