kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.935
  • EMAS702.000 -0,57%
  • RD.SAHAM 0.53%
  • RD.CAMPURAN 0.27%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.13%

Bisnis kawasan industri masih prospektif, saham Jababeka (KIJA) bisa dilirik


Senin, 17 Juni 2019 / 21:46 WIB

Bisnis kawasan industri masih prospektif, saham Jababeka (KIJA) bisa dilirik
ILUSTRASI.

Berita Terkait

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rencana bisnis serta prospek tercapainya target pada tahun ini membuat saham PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) masih layak dilirik.  Tahun ini KIJA akan mengandalkan pengembangan kawasan industrinya.

KIJA menargetkan marketing sales lebih tinggi 17,4% dari tahun lalu atau sekitar Rp 1,6 triliun. Sepanjang kuartal I lalu, KIJA sudah mencatatkan pra-penjualan atau marketing sales sebesar Rp 221 miliar. Lebih dari separuh marketing sales itu disumbang oleh segmen residensial-komersial yakni di angka Rp 121,5 miliar. 


“Sedangkan 45% sisanya atau sekitar Rp 99,45 miliar disumbang dari segmen industrial,” ungkap Sekretaris Perusahaan KIJA Muljadi Suganda, Senin (17/6). Pencapaian itu, baru sekitar 13,81% dari target tahun ini.

Untuk kawasan industri, KIJA masih mengembangkan proyeknya di Kendal, Jawa Tengah. Sedangkan dari segmen hunian, terdekat KIJA akan meluncurkan proyek apartemen Kawana Golfview tahap kedua.

Target itu diharapkan dapat terealisasi dengan kontribusi dari beberapa produk di antaranya pengembangan kawasan di Cikarang sebesar Rp 1,15 triliun, proyek di Kendal sebesar Rp 350 miliar, dan dari produk lainnya sebesar Rp 100 miliar.

Sukarno Alatas, analis Oso Sekuritas menyebut, masih ada beberapa sentimen positif yang bisa mendongkrak harga saham KIJA. Sukarno mengatakan, secara keseluruhan emiten properti, termasuk KIJA, masih menunggu potensi penurunan suku bunga oleh Bank Indonesia. “Bunga yang lebih rendah untuk mendanai proyek akan berpotensi meningkatkan permintaan penjualan properti,” kata dia.

Stabilnya kondisi sosial dan politik pascapemilu juga bisa menumbuhkan harapan investasi riil yang masuk ke Indonesia. “Kepercayaan investor untuk masuk (berinvestasi) semakin besar,” tandas Sukarno. Hal itu tentu menjadi peluang bagi emiten pengembang kawasan industri seperti KIJA.

Sukarno juga menggarisbawahi kondisi infrastruktur Indonesia saat ini. Menurutnya, konektivitas yang menjadi fokus pemerintah, ia nilai bisa menjadi nilai tambah investor untuk berinvestasi.

Tak berhenti di situ, sederet sentimen positif lain juga muncul dengan naiknya peringkat utang Indonesia oleh lembaga pemeringkat internasional Standard and Poor’s. “Investor akan melihat Indonesia semakin menarik sehingga jumlah permintaan lahan kawasan industri ikut terkerek,” ujarnya.

Dari segi saham, Sukarno menyebut kondisi harga KIJA cenderung bergerak terkonsolidasi lantaran masih ada isu pelemahan daya permintaan. “Tapi masih bisa buy karena ada potensi melanjutkan penguatan dalam jangka menengah. Rekomendasi beli dengan target price Rp 312,” kata Sukarno.

Hari ini, harga saham KIJA stagnan di Rp 282 per saham.


Reporter: Aloysius Brama
Editor: Wahyu Rahmawati
Video Pilihan

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Redaksi | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0439 || diagnostic_web = 0.2883

Close [X]
×