kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.651.000   11.000   0,42%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Bila BI turunkan suku bunga acuan, emiten properti bakal mendapat sentimen positif


Rabu, 22 Januari 2020 / 17:26 WIB
ILUSTRASI. Pertumbuhan Sektor Properti: Pembangunan perumahan kelas menengah di Kawasan Serpong, Banten, Minggu (3/2).


Reporter: Kenia Intan | Editor: Noverius Laoli

Dengan adanya aturan tersebut, emiten-emiten properti yang fokus menggarap high rise building akan lebih merasakan dampaknya dibandingkan emiten yang mengandalkan landed house atau rumah tapak. Sebab, kata Chris, waktu pengerjaan high rise building lebih lama ketimbang rumah tapak,

Sehingga perusahaan seperti PT Ciputra Development Tbk (CTRA), PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI), PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), dan PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) cenderung akan lebih stabil ketimbang perusahaan yang banyak menjual high rise.

Baca Juga: Emiten di papan akselerasi rentan risiko, apa saran analis?

Akan tetapi, lanjut Chris, yang terpenting adalah permintaan properti berpotensi bertumbuh sehingga nantinya pencatatan pendapatan akan ikut meningkat pula. 

Menurut Chris saham-saham properti  SMRA dan BSDE memiliki prospek yang lebih kuat ke depan.

Adapun kedua saham itu memiliki  target harga Rp 1.300 untuk SMRA dan Rp 1.400 untuk BSDE. Adapun per Rabu (22/1), harga saham SMRA berada di level Rp 955, dan BSDE berada di level Rp 1.170. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×