kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   50.000   1,72%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Bidik dana Rp 1,2 triliun lewat IPO, Uni-Charm Indonesia akan tambah mesin produksi


Senin, 25 November 2019 / 15:48 WIB
Bidik dana Rp 1,2 triliun lewat IPO, Uni-Charm Indonesia akan tambah mesin produksi
ILUSTRASI. Penjualan popok bayi MamyPoko atau Mamy Poko produksi Uni-Charm


Reporter: Benedicta Prima | Editor: Herlina Kartika Dewi

Hingga semester I-2019 perusahaan membukukan pendapatan bersih Rp 4,21 triliun atau tumbuh 7,12% secara tahunan (yoy) dari posisi semester I-2018 sebesar Rp 3,93 triliun. 

Dalam dua hingga tiga tahun ke depan, Onishi juga menjelaskan perusahaan masih akan fokus dalam meningkatkan kapasitas keempat pabrik milik Uni-Charm dan anak usahanya. Adapun utilisasi keempat pabrik tersebut sekitar 80%. 

"Saat ini Uni-Charm punya empat pabrik, yang di Mojokerto masih bisa menggunakan space. Jadi 2 tahun-3 tahun belum ada rencana membangun pabrik baru," ujar Onishi. 

Uni-Charm juga mengalokasikan 20,6% dana hasil penawaran umum untuk membayar utang. Pada semester I-2019 utang Uni-Charm tercatat mencapai Rp 4,32 triliun atau turun 1,37% dari posisi akhir tahun 2018 yang sebesar Rp 4,38 triliun. 

Adapun, utang jangka pendek tercatat sebesar Rp 2,34 triliun dan utang jangka panjang tercatat sebesar Rp 1,97 triliun. 

Baca Juga: Unicharm Indonesia akan segera catatkan diri di BEI

Onishi mengatakan saat ini kondisi debt to equity ratio (DER) perusahaan mencapai 40%. Dengan alokasi dana tersebut, kondisi DER tidak akan berubah signifikan. 

Ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp 2,94 triliun atau naik 5% dari posisi akhir 2018 yang sebesar Rp 2,8 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×