kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

BI rate naik dua kali, begini respons CEO Indofood


Kamis, 31 Mei 2018 / 23:44 WIB
BI rate naik dua kali, begini respons CEO Indofood
ILUSTRASI. CEO Indofood Anthony Salim


Reporter: Intan Nirmala Sari | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) menilai, dampak kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) sebanyak dua kali pada bulan ini, tidak dapat dilihat hanya dari satu sisi. Menurut Presiden Direktur sekaligus CEO INDF Anthoni Salim, ada tiga komponen yang harus menjadi perhatian.

"Ini tergantung nilai tukar, suku bunga dan inflasi (daya beli). Itu jadi satu kesatuan," ujarnya usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Kamis (31/5).

Anthoni menjelaskan, apabila hanya melihat dari sisi kenaikan suku bunga acuan, dampaknya hanya sebagai biaya beban. Tapi kalau nilai tukar dampaknya bisa berpengaruh terhadap pendapatan.

"Jadi kan dinamis, enggak bisa dilihat satu-satu. Perlu kita lihat secara keseluruhan, apa yang bisa kita buat sebagai efisiensi. Satu yang paling penting adalah balance," ujarnya.

Ke depan, bos Indofood ini berharap kebijakan bank sentral adalah mendorong bunga bisa turun dan nilai tukar stabil. "Kalau harapan kami pastinya begitu. Jadi tergantung harga naik, bunga turun, ekspansi besar," tuturnya.

Direktur Indofood Franciscus Weilirang mengatakan, efisiensi bisa dilakukan dengan mengimbangi tingkat bunga, nilai tukar dan harga jual. "Itu harus ada keseimbangan. Itu teknis," kata pria yang akrab di sapa Franky ini pada kesempatan yang sama.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×