kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.581.000   -14.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.992   80,00   0,45%
  • IDX 6.010   -61,64   -1,02%
  • KOMPAS100 774   -11,44   -1,46%
  • LQ45 592   -8,80   -1,46%
  • ISSI 208   -2,25   -1,07%
  • IDX30 328   -4,71   -1,41%
  • IDXHIDIV20 419   -5,32   -1,25%
  • IDX80 88   -1,32   -1,47%
  • IDXV30 114   -0,94   -0,82%
  • IDXQ30 107   -1,23   -1,13%

Berpotensi, dua subholding ini masuk kajian rencana IPO Pertamina


Senin, 29 Juni 2020 / 18:58 WIB
ILUSTRASI. Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati (kiri) dan Dirut Perusahaan Gas Negara Gigih Prakoso


Reporter: Filemon Agung | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina memastikan masih terus melakukan kajian mengenai rencana penawaran umum saham perdana alias initial public offering (IPO) anak usaha, termasuk dua subholding Pertamina yakni perkapalan dan energi baru terbarukan.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati bilang, rencana tersebut masih bersifat kajian sembari menanti restrukturisasi Pertamina rampung sepenuhnya.

"Jadi kami melihat subholding shipping dan renewable energy ini juga sedang kami kaji. Tapi intinya kami belum mengambil keputusan lebih jauh," kata Nicke dalam agenda Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VII DPR RI, Senin (29/6).

Baca Juga: Pertamina menanti realisasi pembayaran utang pemerintah sebesar Rp 96,53 triliun

Nicke menambahkan, rencana IPO bukanlah tujuan utama melainkan cara untuk mencapai tujuan. Maksudnya, rencana IPO hanya sebagai opsi pencarian dana saja. 

Untuk itu pihaknya masih perlu melakukan peningkatan nilai subholding yang akan melakukan IPO.

Bahkan, jika dari kajian yang ada Pertamina tidak mendapatkan market cap yang diinginkan, bukan tidak mungkin pelaksanaan IPO tidak dilakukan. Kendati demikian, Nicke memastikan semua bergantung pada pemegang saham.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×