kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.017   26,00   0,15%
  • IDX 7.092   -5,39   -0,08%
  • KOMPAS100 977   0,13   0,01%
  • LQ45 717   -1,48   -0,21%
  • ISSI 252   2,66   1,07%
  • IDX30 389   -2,31   -0,59%
  • IDXHIDIV20 489   0,39   0,08%
  • IDX80 110   0,25   0,22%
  • IDXV30 136   2,13   1,58%
  • IDXQ30 127   -0,98   -0,77%

BEI Targetkan Short Selling dan Intraday Short Selling Dorong Likuiditas hingga 3%


Jumat, 21 Februari 2025 / 14:32 WIB
BEI Targetkan Short Selling dan Intraday Short Selling Dorong Likuiditas hingga 3%
ILUSTRASI. BEI menargetkan implementasi short selling dan intraday short selling tahap pertama bisa meningkatkan likuiditas pasar hingga 3%. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan implementasi short selling dan intraday short selling tahap pertama bisa meningkatkan likuiditas pasar hingga 3%. 

BEI akan membagi implementasi short selling menjadi dua tahap. Di mana, tahap pertama akan dimulai pada akhir Maret atau April 2025 dan tahap kedua dilakukan setahun kemudian. 

Head of Economic Analyst Bursa Efek Indonesia Vitri Herma Susanti menjelaskan implementasi short selling di negara tetangga terbukti bisa meningkatkan likuiditas transaksi. 

Baca Juga: Short Selling Diterapkan, Sebaiknya Aturan Aturan Uptrick Rule Tetap Dipertahankan

Dia mencontohkan, di Bursa Malaysia short selling menambah likuiditas hingga 2%. Di Thailand transaksi short selling mendorong likuiditas 5% dan paling tinggi di Hong Kong hingga 17%. 

"Kami berharap untuk tahap pertama yang diluncurkan Maret dan April, mungkin terjadi peningkatan likuiditas sekitar 2%–3%," jelasnya, Kamis (20/2). 

Dari sisi saham, BEI membuka saham-saham yang masuk dalam indeks LQ45. Namun tak semua saham dari indeks paling likuid di BEI itu bisa ditransaksikan.

Adapun saham-saham yang ditransaksikan dari indeks LQ45 akan diimplementasikan secara berkala. Pada tahap awal ini, akan ada 10 saham yang bisa ditransaksikan. 

Baca Juga: Short Selling Berpotensi Menekan Pasar Saham, Kok Bisa?

Berikut ini saham-saham yang bisa ditransaksikan dalam short selling:

1) PT Alamitri Resources Indonesia Tbk (ADRO)
2) PT Astra International Tbk (ASII)
3) PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)
4) PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI)
5) PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI)
6) PT Bank Mandiri Tbk (BMRI)
7) PT Barito Pacific Tbk (BRPT)
8) PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA)
9) PT Summarecon Agung Tbk (SMRA)
10) PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×