kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.900.000   50.000   1,75%
  • USD/IDR 17.015   -85,00   -0,50%
  • IDX 7.279   308,18   4,42%
  • KOMPAS100 1.006   48,66   5,08%
  • LQ45 734   31,96   4,56%
  • ISSI 261   11,11   4,45%
  • IDX30 399   16,64   4,35%
  • IDXHIDIV20 487   15,47   3,28%
  • IDX80 113   5,31   4,92%
  • IDXV30 135   4,22   3,24%
  • IDXQ30 129   4,64   3,73%

BEI Rilis Daftar Saham Terkonsentrasi Tinggi, Begini Respons Bahana TCW


Rabu, 08 April 2026 / 18:26 WIB
BEI Rilis Daftar Saham Terkonsentrasi Tinggi, Begini Respons Bahana TCW
ILUSTRASI. Pembukaan IHSG usai libur Lebaran (ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHA)


Reporter: Ade Priyatin | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) merilis daftar saham dengan tingkat konsentrasi kepemilikan tinggi atau high shareholding concentration (HSC) di atas 95% per 31 Maret 2026.

Total terdapat sembilan emiten yang masuk dalam kategori tersebut, mencerminkan kepemilikan saham yang sangat terpusat pada pihak tertentu.

Saham-saham tersebut antara lain PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) dengan konsentrasi 95,47%, PT Samator Indo Gas Tbk (AGII) 97,75%, PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) 98,35%, serta PT Ifishdeco Tbk (IFSH) yang mencapai 99,77%. 

Selain itu, terdapat PT Panca Anugrah Wisesa Tbk (MGLV) sebesar 95,94%, PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK) 99,85%, PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) 95,35%, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) 95,76%, dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) sebesar 97,31%.

Baca Juga: OJK dan BEI Akan Bertemu Dengan MSCI Pasca Tuntaskan 4 Agenda Reformasi Pasar Modal

Manajer investasi PT Bahana TCW Investment Management menilai publikasi daftar tersebut sebagai langkah positif bagi perkembangan pasar modal Indonesia. 

Transparansi ini dinilai dapat menjadi pijakan penting bagi investor dalam memahami struktur kepemilikan saham sebelum mengambil keputusan investasi. 

"Transparansi informasi merupakan hal yang sangat penting untuk pengambilan keputusan dalam dunia investasi," ujar Presiden Direktur sekaligus Direktur Pemasaran Bahana TCW, Danica Adhitama, Rabu (8/4).

Meski demikian, Bahana TCW belum mengungkap secara rinci eksposur reksadana mereka terhadap saham-saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi tersebut. 

Baca Juga: Indeks ESG Kian Penting di BEI, Tantangan Data Masih Terus Membayangi

Terkait kemungkinan penyesuaian portofolio, perusahaan juga masih bersikap hati-hati dan menunggu kejelasan lebih lanjut dari BEI.

Bahana TCW menyatakan masih perlu mempelajari metode perhitungan yang digunakan dalam penentuan daftar tersebut sebelum menjadikannya sebagai dasar dalam pengambilan keputusan investasi. 

Untuk saat ini, manajer investasi tersebut memilih menunggu panduan lanjutan dari BEI sebelum menentukan langkah berikutnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kontan & The Jakarta Post Executive Pass

[X]
×