kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45874,12   -12,06   -1.36%
  • EMAS1.329.000 -0,67%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

BEI Pecahkan Rekor IPO Terbanyak Sejak 1990


Minggu, 08 Oktober 2023 / 15:42 WIB
BEI Pecahkan Rekor IPO Terbanyak Sejak 1990
ILUSTRASI. Suasana?pencatatan perdana saham sejumlah emiten baru di Bursa Efek Indonesia. BEI Memecahkan Rekor IPO Baru Terbanyak Sejak 1990.


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID. JAKARTA. PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memecahkan rekor baru dalam pencatatan saham atau listing sebanyak 68 perusahaan dengan nilai Rp 49,60 triliun.   

Jumlah dan nilai IPO ini mengalahkan rekor sebelumnya pada 1990 dengan 66 pencatatan saham perdana. Artinya, BEI berhasil rekor Initial Public Offering (IPO) selama 33 tahun terakhir. 

Tak hanya itu, rekor ini memperkokoh posisi BEI sebagai bursa dengan jumlah pencatatan saham perdana terbanyak di ASEAN sejak 2018.

Per Jumat (6/10), sudah ada 68 perusahaan yang perusahaan yang terdaftar di BEI. Berdasarkan skalanya, emiten anyar itu memiliki aset perusahaan yang beragam. 

Baca Juga: Beda Arah Debut Pendatang Baru di Bursa

Rinciannya, sebanyak 27 perusahaan atau sekitar 39,7% merupakan perusahaan dengan aset skala besar. Adapun perusahaan ini memiliki total aset di atas Rp 250 miliar. 

Kemudian, 31 emiten atau sekitar 45,6% masuk dalam aset skala menengah. Sisanya, 10 perusahaan atau sekitar 14,7% termasuk dalam perusahaan aset skala kecil. 

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, menjelaskan seiring dengan itu, BEI juga kedatangan empat perusahaan dengan kapitalisasi di atas Rp 3 triliun dan free float di atas 15%. 

"Hadirnya perusahaan tercatat ini, diharapkan dapat menambah likuiditas transaksi saham di pasar sekunder," jelas Nyoman, akhir pekan lalu.  

Baca Juga: Listing Senin (9/10), IPO Pulau Subur (PTPS) Oversubscribed 19,53 Kali

Dalam tiga tahun terakhir, nilai pencatatan terbesar di BEI masih dipegang oleh PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) senilai Rp 21,9 triliun. Menyusul PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) sebesar Rp 18,8 triliun. 

Rata-rata dana yang dihimpun dari IPO 2023 hingga 2023 turut mengalami peningkatan. Rerata penghimpunan dana IPO pada 2021 mencapai Rp 421,4 miliar per IPO saham. 

Kemudian pada 2022 fund raising sebesar Rp 561,6 miliar per IPO saham. Pada 2023 berjalan ini, rerata penghimpunan dana mencapai Rp 729,3 miliar per IPO saham. 

Baca Juga: Saham KOCI Merosot dan IOTF Tembus ARA pada Perdagangan Perdana Jumat (6/10)

Nyoman menegaskan BEI tidak hanya eksklusif bagi perusahaan di sektor maupun ukuran aset tertentu. Dia bilang pihaknya berusaha untuk memberikan pendekatan yang inklusif. 

"Kami menyambut kehadiran perusahaan-perusahaan Indonesia dari berbagai ukuran, jenis dan sektor usaha dengan tetap memperhatikan aspek kualitas dan compliance," kata dia. 




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×