kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45902,17   -6,38   -0.70%
  • EMAS1.358.000 -0,37%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Listing Senin (9/10), IPO Pulau Subur (PTPS) Oversubscribed 19,53 Kali


Jumat, 06 Oktober 2023 / 18:40 WIB
Listing Senin (9/10), IPO Pulau Subur (PTPS) Oversubscribed 19,53 Kali
ILUSTRASI. Pulau Subur (PTPS) telah menuntaskan masa penawaran umum (offering) yang berlangsung pada 3-5 Oktober 2023.


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pulau Subur Tbk (PTPS) telah menuntaskan masa penawaran umum (offering) yang berlangsung pada 3-5 Oktober 2023. Calon emiten yang bergerak di bidang usaha perkebunan kelapa sawit ini mencatatkan kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 19,53 kali.

Dalam aksi penawaran umum perdana saham alias Initial Public Offering (IPO), PTPS menawarkan sebanyak 450 juta saham kepada publik atau setara 20,76% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah IPO. Pada tahap penawaran umum, PTPS mematok harga sebesar Rp 198 per saham.

Dus, dari aksi IPO ini PTPS bakal mengantongi dana segar sebesar Rp 89,1 miliar. Adapun, saat proses penawaran, permintaan publik untuk dapat mengoleksi saham PTPS mencapai 1,67 miliar lembar atau setara 370,67% dari total penawaran saham. 

Direktur Utama Pulau Subur Felix Safei mengungkapkan capaian oversubscribed hingga 19,53 kali mencerminkan tingginya minat para pemodal memiliki terhadap saham PTPS.

"Tingginya antusias masyarakat untuk memiliki saham PT Pulau Subur Tbk tidak terlepas dari kondisi fundamental Perseroan yang positif di tengah tren peningkatan permintaan CPO, terlebih lagi valuasi PTSP terbilang sangat murah," kata Felix dalam rilis yang disiarkan Jumat (6/10).

Baca Juga: Ramai Hajatan IPO, Investor Masih Selektif dan Hati-Hati

Felix melanjutkan, saat ini sedang terjadi booming Crude Palm Oil (CPO) yang tercermin dari tren kenaikan harga sawit akibat berlanjutnya peningkatan permintaan global. Selain itu, faktor kebijakan pemerintah terkait penggunaan biodiesel menjadi B35 turut mendorong konsumsi domestik.

Di sisi lain, rencana pemerintah untuk membentuk bursa perdagangan CPO akan berdampak positif bagi industri kelapa sawit, sehingga mampu menciptakan katalis yang menguntungkan. Terbentuknya bursa CPO diharapkan bisa menjaga stabilitas harga di dalam negeri.

Felix meyakini, tren pertumbuhan penjualan PTPS akan mengatrol laba bersih tahun berjalan di 2023 mencapai Rp 29,11 miliar atau bertumbuh 5,2% year-on-year.

"Kinerja keuangan Pulau Subur bakal bertumbuh secara berkelanjutan, mengingat dana IPO yang berhasil dihimpun mencapai Rp 89,1 miliar akan dimanfaatkan untuk kegiatan yang bersifat produktif," ungkap Felix.

Mengacu pada Prospektus PTPS, dana hasil IPO setelah dikurangi biaya-biaya akan digunakan untuk belanja modal (capex) sebesar 50%. Sedangkan 50% sisanya akan dimanfaatkan PTPS sebagai modal kerja. 

Baca Juga: Bakal Kantongi Rp 89,1 Miliar, Pulau Subur (PTPS) Tetapkan Harga IPO Rp 198 Per Saham

Bersamaan dengan IPO ini, PTPS juga menerbitkan 225 juta Waran Seri I sebagai bonus bagi para investor baru. Setiap pemegang dua saham baru berhak memperoleh satu waran. Sementara itu, setiap satu waran memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu saham PTPS.

Adapun, dana yang diperoleh dari pelaksanaan Waran Seri I juga akan digunakan sebagai modal kerja. Dalam aksi IPO ini, manajemen PTPS menunjuk PT NH Korindo Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi Efek.

Jadwal pencatatan saham PTPS di Bursa Efek Indonesia akan berlangsung pada Senin, 9 Oktober 2023. Setelah mengalami oversubscribed pada masa penawaran, Felix berharap antusias publik juga bisa berlanjut di pasar sekunder.

Terkait prospek PTPS, Tim Riset NH Korindo Sekuritas memperkirakan saham IPO PTPS memiliki potential upside sebesar 16,9%. Proyeksi ini mengacu pada laba bersih Tahun Buku 2022 sebesar Rp 27,67 miliar dan ekuitas Rp 54,02 miliar.

Target harga saham PTPS berada pada level Rp 231 per saham jika bersandar pada harga IPO Rp 198 per saham. Sebagai informasi, per 31 Desember 2022 total ekuitas emiten Grup Sekawan ini tercatat Rp 54,02 miliar dengan laba bersih sebesar Rp 27,67 miliar.

Sehingga, return on equity (RoE) PTPS mencapai 51,22%. Tak kalah menarik dari peers emiten sawit jumbo seperti AALI, LSIP, SIMP, SMAR dan SSMS. Juga lebih menarik jika dibandingkan rata-rata RoE 21 perusahaan sektor kelapa sawit di BEI, yaitu 14,97%.

Selanjutnya: Segudang Manfaat Jus Mentimun, Mengobati Sembelit dan Menurunkan Kolesterol

Menarik Dibaca: Kenali 5 Manfaat Titanium Dioxide Pada Produk Sunscreen

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×