kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -50.000   -1,86%
  • USD/IDR 17.867   -20,00   -0,11%
  • IDX 6.394   -55,70   -0,86%
  • KOMPAS100 825   -5,54   -0,67%
  • LQ45 627   -3,56   -0,56%
  • ISSI 224   -2,66   -1,17%
  • IDX30 351   -1,55   -0,44%
  • IDXHIDIV20 428   -1,09   -0,25%
  • IDX80 94   -0,66   -0,69%
  • IDXV30 119   -0,38   -0,32%
  • IDXQ30 111   -0,62   -0,55%

BEI khawatir isu Yerusalem ganggu pasar modal


Senin, 11 Desember 2017 / 12:40 WIB


Reporter: Riska Rahman | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio mengkhawatirkan langkah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

"Langkah Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel ini menakutkan. Saya khawatir hal ini bisa memberikan goncangan ke pasar keuangan, tak terkecuali pasar modal," ujar Tito di Jakarta, Senin (11/12).

Langkah tersebut, menurut Tito, sejalan dengan kebijakan Trump yang cenderung memperkuat kondisi perekonomian dalam negeri AS. Hal ini bisa membuat dollar AS semakin kuat terhadap mata uang negara lain.

"Jika hal itu terjadi, pasar keuangan jadi semakin bergejolak. Hal inilah yang harus kita waspadai," imbuh Tito.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×