kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.122   90,08   1,12%
  • KOMPAS100 1.144   12,39   1,09%
  • LQ45 829   7,62   0,93%
  • ISSI 288   4,10   1,44%
  • IDX30 431   4,19   0,98%
  • IDXHIDIV20 518   4,93   0,96%
  • IDX80 128   1,44   1,14%
  • IDXV30 141   2,01   1,44%
  • IDXQ30 140   1,32   0,95%

BEI khawatir isu Yerusalem ganggu pasar modal


Senin, 11 Desember 2017 / 12:40 WIB
BEI khawatir isu Yerusalem ganggu pasar modal


Reporter: Riska Rahman | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio mengkhawatirkan langkah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

"Langkah Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel ini menakutkan. Saya khawatir hal ini bisa memberikan goncangan ke pasar keuangan, tak terkecuali pasar modal," ujar Tito di Jakarta, Senin (11/12).

Langkah tersebut, menurut Tito, sejalan dengan kebijakan Trump yang cenderung memperkuat kondisi perekonomian dalam negeri AS. Hal ini bisa membuat dollar AS semakin kuat terhadap mata uang negara lain.

"Jika hal itu terjadi, pasar keuangan jadi semakin bergejolak. Hal inilah yang harus kita waspadai," imbuh Tito.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×