Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketidakpastian pasar dan volatilitas yang masih membayangi pasar keuangan dinilai tidak seharusnya membuat perusahaan menunda rencana melantai di bursa.
Sebaliknya, kondisi pasar yang menantang justru dapat dimanfaatkan untuk memperkuat fondasi bisnis dan meningkatkan kesiapan menuju penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).
Baca Juga: Rupiah Spot Menguat 0,34% ke Rp 17.928 per Dolar AS pada Jumat (12/6) Pagi
CEO SW Indonesia Michell Suharli mengatakan, kualitas perusahaan akan menjadi faktor utama yang menentukan keberlanjutan bisnis dalam jangka panjang, terlepas dari kondisi pasar yang sedang berfluktuasi.
"Market challenge is temporary. Business quality is permanent. Kualitas perusahaanlah yang akan menentukan keberlanjutan jangka panjang," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (11/6/2026).
Menurut Michell, proses IPO readiness tidak hanya berkaitan dengan upaya menghimpun dana dari pasar modal.
Lebih dari itu, proses tersebut menjadi momentum bagi perusahaan untuk memperkuat tata kelola perusahaan, sistem pengendalian internal, serta profesionalisme manajemen.
Ia menilai, IPO seharusnya dipahami sebagai bagian dari strategi pertumbuhan dan transformasi bisnis, bukan sekadar aksi korporasi untuk mendapatkan pendanaan.
Baca Juga: Cum Date Tiba, Saham UNVR Hari Ini Mengandung Dividen Rp 11.400/Lot
"Perusahaan yang mempersiapkan IPO dengan baik akan memiliki fondasi yang lebih kuat untuk tumbuh secara berkelanjutan dan menghadapi berbagai dinamika bisnis di masa depan," jelasnya.
Di tengah lingkungan bisnis yang semakin menuntut transparansi dan akuntabilitas, investor kini juga semakin selektif dalam menempatkan dananya.
Tidak hanya prospek pertumbuhan yang menjadi perhatian, tetapi juga kualitas tata kelola perusahaan dan kemampuan manajemen dalam mengelola risiko.
Vice Director of Listed Company Development Bursa Efek Indonesia (BEI) Listyorini Dian Pratiwi mengatakan, penerapan tata kelola perusahaan yang baik menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga keberlangsungan usaha sekaligus meningkatkan daya tarik di mata investor.
"Investor akan lebih tertarik pada perusahaan yang memiliki pertumbuhan dan tata kelola yang kuat. Oleh karena itu, perusahaan tercatat perlu terus memperhatikan penerapan tata kelola perusahaan yang baik," ujar Dian.
Baca Juga: IHSG Tembus 5.970 di Awal Perdagangan Jumat (12/6) Pagi, Bursa Asia Pesta Reli
Selain aspek tata kelola, Dian menekankan pentingnya membangun komunikasi yang efektif dengan investor melalui fungsi investor relations.
Menurutnya, penyampaian informasi yang transparan dan tepat waktu mengenai kinerja maupun pencapaian perusahaan dapat meningkatkan kepercayaan investor terhadap prospek bisnis emiten.
Dengan demikian, kesiapan IPO saat ini tidak lagi sekadar memenuhi persyaratan pencatatan saham di bursa.
Perusahaan juga dituntut memiliki sistem pelaporan yang transparan, tata kelola yang kuat, serta kemampuan mengelola risiko secara disiplin.
Karakteristik tersebut dinilai semakin krusial di tengah kondisi pasar yang masih diwarnai ketidakpastian, sekaligus menjadi faktor utama yang dipertimbangkan investor dalam mengambil keputusan investasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













