kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.590.000   -15.000   -0,58%
  • USD/IDR 17.924   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.242   -56,72   -0,90%
  • KOMPAS100 813   -5,85   -0,71%
  • LQ45 621   -2,15   -0,35%
  • ISSI 215   -3,31   -1,52%
  • IDX30 344   -1,09   -0,32%
  • IDXHIDIV20 429   0,02   0,00%
  • IDX80 93   -0,53   -0,57%
  • IDXV30 116   -0,90   -0,76%
  • IDXQ30 111   -0,10   -0,09%

BEI Gelar International Capital Market Summit 2026, Hadirkan Pelaku Pasar Global


Jumat, 25 September 2026 / 17:14 WIB
BEI Gelar International Capital Market Summit 2026, Hadirkan Pelaku Pasar Global
ILUSTRASI. Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Jeffrey Hendrik (Kontan/Yuliana Hema)


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) menggelar International Capital Market Summit 2026 pada 23 September 2026 dengan tema “Restoring Global Investor Confidence through Capital Market Reform and International Best Practices”.

International Capital Market Summit 2026 menjadi forum untuk membahas perkembangan pasar modal Indonesia, perspektif investor global, agenda reformasi, serta penerapan praktik terbaik internasional dalam pengembangan pasar.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Jeffrey Hendrik menjelaskan penyelenggaraan forum tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi berbagai pemangku kepentingan dalam pengembangan pasar modal Indonesia.

Baca Juga: Bitcoin Mulai Pulih, Ini Proyeksi Harga BTC dan Ethereum hingga Akhir 2026

“Keberhasilan pengembangan pasar modal membutuhkan kolaborasi yang konsisten dari seluruh pemangku kepentingan,” ujar Jeffrey dalam keterangan resmi yang diterima Kontan, Jumat (25/9). 

Melalui forum tersebut, Bursa Efek Indonesia juga membuka ruang bagi komunitas investasi global dan pakar internasional untuk menyampaikan pandangan mengenai arah pengembangan pasar modal Indonesia.

Untuk memperluas perspektif global, BEI turut menghadirkan perwakilan J.P. Morgan, UBS, MUFG, Hong Kong Exchanges and Clearing Limited, Simpson Thacher & Bartlett serta Ropes & Gray.

Wakil Ketua Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Mohamad Hekal turut hadir dalam International Capital Market Summit 2026 sebagai salah satu pembicara dalam agenda reformasi pasar modal.

Hekal yang juga menjadi Ketua Panitia Kerja Rancangan Undang-Undang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan menyoroti demutualisasi Bursa.

Menurutnya, demutualisasi Bursa Efek Indonesia merupakan salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing bursa di tingkat global, dengan tetap menjaga independensi lembaga tersebut.

“Pasar modal Indonesia harus dibangun sebagai lembaga yang independen, kredibel, dan memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh pemegang saham,” kata Hekal.

Hekal juga menekankan pentingnya penerapan batas maksimal kepemilikan saham Bursa Efek Indonesia sebesar 5% secara langsung maupun tidak langsung secara konsisten.

Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Friderica Widyasari Dewi menyampaikan pandangan mengenai pentingnya reformasi berkelanjutan dalam menjaga kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia.

Friderica mengatakan fondasi ekonomi dan keuangan Indonesia tetap kuat di tengah ketidakpastian global, tercermin dari pertumbuhan ekonomi sebesar 5,29% pada kuartal II 2026. Namun, menurut Friderica, ketahanan ekonomi saja tidak cukup untuk menjaga dan memperkuat kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia di tengah dinamika global.

Karena itu, Friderica menekankan perlunya reformasi berkelanjutan, institusi yang kredibel, serta penguatan integritas dan transparansi pasar melalui pengembangan regulasi dan pengawasan.

Baca Juga: Bitcoin dan Ethereum Kompak Naik 8%, Ini Katalis hingga Akhir 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×