kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

BEI cermati saham Acset Indonusa (ACST) yang merosot di luar kebiasaan


Jumat, 06 Maret 2020 / 06:46 WIB
ILUSTRASI. ACSET Indonusa


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

Berdasarkan laporan keuangan ACST tahun 2019 yang dipublikasikan pada 26 Februari 2020, emiten yang menjalankan kegiatan usaha seperti membangun gedung, pertokoan, hotel, kantor, apartemen, infrastruktur, jalan tol, dan lain-lain ini memiliki total liabilitas Rp 10,16 triliun.

Total kewajiban ini melonjak 35,29% ketimbang tahun sebelumnya. Total liabilitas meningkat dari Rp 7,5 triliun pada akhir 2018 menjadi Rp 10,2 triliun pada akhir 2019 dikontribusi oleh kenaikan pinjaman dari pemegang saham dan utang usaha. "Terjadinya kenaikan ini sejalan dengan peningkatan kebutuhan modal kerja perusahaan dalam mendukung pembiayaan operasional proyek berjalan," kata Maria Cesilia Hapsari, Sekretaris Perusahaan Acset Indonusa dalam penjelasan kenaikan liabilitas.

Baca Juga: Porsi Acset Indonusa (ACST) minoritas di JORR elevated

Pada akhir 2019, Acset memiliki pinjaman dari pemegang saham sebesar Rp 3,2 triliun. Pinjaman ini berasal dari UNTR. Pinjaman yang diperoleh pada Agustus 2019 ini akan jatuh tempo  pada 30 April 2023.

Tapi, Acset mengurangi pinjaman bank jangka pendek dari sebesar Rp 2,66 triliun di tahun 2018 menjadi hanya Rp 817,92 miliar di tahun lalu.

Acset pun mencatat kinerja yang kurang menggembirakan di tahun lalu. Perusahaan yang beroperasi sejak tahun 1995 ini mencatatkan rugi bersih sepanjang 2019 sebesar Rp 1,14 triliun dari laba Rp 18,28 miliar di tahun 2018. Padahal, pendapatan ACST tahun lalu naik 6,18% menjadi Rp 3,95 triliun.

Baca Juga: Acset Indonusa (ACST) mengalami rugi Rp 1,14 triliun sepanjang 2019

Sekretaris Perusahaan Acset Indonusa Maria Cesilia Hapsari mengatakan, rugi ini terjadi karena adanya keterlambatan proyek sehingga ada peningkatan biaya pendanaan, overhead dan biaya lain yang dialokasikan untuk percepatan penyelesaian proyek tersebut.

Selain itu, Acset Indonusa mengalami penyesuaian nilai final account dari beberapa proyek. Penyesuaian ini terlihat dalam pos beban penjualan yang naik signifikan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×