kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.964.000   20.000   1,03%
  • USD/IDR 16.476   83,00   0,51%
  • IDX 7.875   -77,39   -0,97%
  • KOMPAS100 1.097   -9,61   -0,87%
  • LQ45 804   -7,12   -0,88%
  • ISSI 266   -2,05   -0,77%
  • IDX30 417   -4,16   -0,99%
  • IDXHIDIV20 484   -3,88   -0,79%
  • IDX80 121   -1,29   -1,05%
  • IDXV30 130   -1,92   -1,45%
  • IDXQ30 135   -1,11   -0,82%

BEI Cabut Suspensi Tiga Saham Ini, Investor Perlu Jual atau Beli?


Jumat, 29 Agustus 2025 / 08:09 WIB
BEI Cabut Suspensi Tiga Saham Ini, Investor Perlu Jual atau Beli?
ILUSTRASI. BEI Cabut Suspensi Tiga Saham Ini, Investor Perlu Jual atau Beli?


Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Jakarta. Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi mencabut suspensi perdagangan saham tiga emiten, yakni PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR), PT Red Planet Indonesia Tbk (PSKT), dan PT Pakuan Tbk (UANG) mulai sesi pertama perdagangan Kamis, 28 Agustus 2025. Untuk perdagangan hari ini, investor sebaiknya jual atau beli saham tersebut?

Pencabutan ini dilakukan setelah sebelumnya ketiga saham tersebut dihentikan sementara (suspensi) oleh BEI karena mengalami lonjakan harga signifikan dalam waktu singkat—yang menimbulkan kekhawatiran atas potensi transaksi spekulatif.

Menurut keterangan BEI, suspensi JARR dan PSKT diberlakukan pada 27 Agustus 2025, sedangkan UANG disuspensi sejak 21 Agustus 2025. Alasan utamanya adalah kenaikan harga saham yang terlalu cepat dan tinggi tanpa dukungan fundamental atau aksi korporasi yang jelas.

Baca Juga: Gaji & Tunjangan DPR Fantastis, Hasilnya Kerja 10 Bulan Pertama 0 UU

Sebagai contoh:

Saham JARR melonjak:

  • +57,82% dalam sepekan
  • +144,85% dalam sebulan
  • +437,10% year to date (YTD)

Saham PSKT mencatat:

  • +22% dalam sepekan
  • +171,11% dalam sebulan
  • +281,25% YTD

Saham UANG naik:

  • +258,91% dalam sebulan
  • Namun, turun -1,36% YTD

Lonjakan harga yang ekstrem sering kali menjadi sinyal adanya perdagangan spekulatif, yang berisiko menjerat investor ritel ke dalam fenomena pump and dump. Karena itu, BEI memberlakukan suspensi sebagai bagian dari mekanisme “cooling down” guna melindungi stabilitas pasar.

“Wajar Bursa melakukan suspensi dalam rangka cooling down karena kenaikan harga tidak diiringi aksi korporasi berarti,” kata Nafan Aji Gusta, Analis Mirae Asset Sekuritas, Kamis (28/8/2025).

Baca Juga: Inilah Daftar Musisi Gratiskan Royalti Musik, Tapi Aturan Royalti Bukanlah Per Lagu

Rekomendasi saham

Bagaimana proyeksi dan rekomendasi saham JARR, PSKT, dan UANG ke depan?

1. JARR (Jhonlin Agro Raya)

  • Fokus bisnis: Sawit dan biodiesel
  • Pelanggan utama: PT Pertamina Patra Niaga (55% dari penjualan H1 2025)
  • Sentimen positif: Kebijakan B40 dan rencana B50 di 2026

Rekomendasi Analis:

Nafan Aji Gusta: Sell on strength

Herditya Wicaksana (MNC Sekuritas): Trading buy

  • Support: Rp 1.525
  • Resistance: Rp 1.735
  • Target: Rp 1.805 – Rp 1.870

2. PSKT (Red Planet Indonesia)

Kenaikan signifikan, tapi belum didukung oleh kinerja fundamental yang kuat.

Saham dinilai kurang likuid, belum ada rekomendasi beli atau jual dari analis.

3. UANG (Pakuan Tbk)

Meski naik tajam dalam sebulan, kinerjanya masih negatif secara YTD.

Belum direkomendasikan oleh analis karena kondisi likuiditas yang minim.

Apa Imbauan untuk Investor?

Investor disarankan untuk tidak terjebak pada euforia kenaikan harga saham jangka pendek. Menurut analis, keputusan investasi sebaiknya berbasis pada analisis fundamental emiten, bukan sekadar tren harga sesaat.

“Kinerja prospektif akan mengapresiasi harga saham, begitu juga sebaliknya,” tegas Nafan.

Baca Juga: Usai Buruh, Gantian Mahasiswa Unjuk Rasa Hari Ini (29/8) Protes Kematian Ojol

Selanjutnya: Rekomendasi 7 Film Trilogi Paling Populer Wajib Tonton

Menarik Dibaca: Rekomendasi 7 Film Trilogi Paling Populer Wajib Tonton

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

[X]
×