kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.900.000   50.000   1,75%
  • USD/IDR 17.015   -85,00   -0,50%
  • IDX 7.279   308,18   4,42%
  • KOMPAS100 1.006   48,66   5,08%
  • LQ45 734   31,96   4,56%
  • ISSI 261   11,11   4,45%
  • IDX30 399   16,64   4,35%
  • IDXHIDIV20 487   15,47   3,28%
  • IDX80 113   5,31   4,92%
  • IDXV30 135   4,22   3,24%
  • IDXQ30 129   4,64   3,73%

BEI: Bisnis brokerage masih menarik, tapi menantang


Jumat, 22 Oktober 2021 / 19:48 WIB
ILUSTRASI. Pasar modal


Reporter: Dityasa H. Forddanta | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sudah ada 11 perusahaan sekuritas yang meninggalkan kursinya di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak tahun 2018 silam. Namun, selama periode ini, hanya satu perusahaan sekuritas yang masuk menjadi anggota bursa (AB).

Dari 11 perusahaan tersebut, ada empat broker asing yang mengembalikan Surat Persetujuan Anggota Bursa (SPAB). Keempatnya adalah, Morgan Stanley Sekuritas Indonesia, Deutsche Sekuritas Indonesia, Merrill Lynch Sekuritas Indonesia dan Nomura Sekuritas Indonesia.

Satu perusahaan sekuritas yang memperoleh SPAB selama tiga tahun terakhir adalah Verdhana Sekuritas Indonesia. Asal tahu saja, SPAB ini diperoleh Verdhana Sekuritas pada 6 Januari tahun ini.

Laksono Widodo, Direktur Perdagangan dan Anggota Bursa BEI menjelaskan, fenomena hengkangnya perusahaan sekuritas bukan karena bisnis brokerage sudah tak lagi menarik. "Bisnis ini masih menarik, namun membutuhkan komitmen dan permodalan yang tidak sedikit," ujarnya, Jumat (22/10).

Baca Juga: Mengenal lebih jauh soal robot trading beserta keuntungan dan risikonya

Kebutuhan modal semakin besar lantaran saat ini tengah terjadi tren otomatisasi bisnis. "Kompetisi juga semakin meningkat dengan adanya pengembangan teknologi yang semakin dominan," imbuh Laksono.

Salah satu strategi BEI untuk mengurangi risiko di balik tantangan teknologi adalah memberikan bantuan baik dalam hal menyelenggarakan sosialisasi dan edukasi kepada para investor dan stakeholders pasar modal. BEI juga memberikan subsidi dan bantuan lainnya kepada para perusahaan sekuritas.

Laksono menambahkan, jumlah perusahaan sekuritas dan investor selama ini juga tidak saling tumpang tindih. Perbandingan keduanya justru akan terus berubah sesuai dengan kebutuhan pasar dan teknologi.

"Jangan lupa juga ada perusahaan efek daerah (PED) yang notabene mirip dengan AB. PED yang baru berdiri saat ini adalah Bank Jabar Sekuritas," pungkas Laksono.

Selanjutnya: Celios perkirakan pertumbuhan nilai transaksi e-commerce tahun ini bisa 53%-57%

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kontan & The Jakarta Post Executive Pass

[X]
×