kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.680   99,00   0,56%
  • IDX 6.599   -124,08   -1,85%
  • KOMPAS100 874   -18,96   -2,12%
  • LQ45 651   -6,79   -1,03%
  • ISSI 238   -4,84   -1,99%
  • IDX30 369   -2,15   -0,58%
  • IDXHIDIV20 456   0,25   0,05%
  • IDX80 100   -1,80   -1,77%
  • IDXV30 128   -1,20   -0,93%
  • IDXQ30 119   -0,20   -0,17%

Begitu dibuka, IHSG langsung menukik


Selasa, 22 Februari 2011 / 09:59 WIB
ILUSTRASI. ilustrasi poin reward Mandiri Fiestapoin.


Reporter: Dyah Ayu Kusumaningtyas | Editor: Edy Can


JAKARTA. Ketika dibuka, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung menukik. Indeks terkoreksi 1,53% di level 3444,603 pada pukul 9.30 WIB, Selasa (22/2).

Penguatan terjadi hanya pada enam saham, sementara 100 saham lainnya terkoreksi. Dan 29 saham belum mengambil gerakan

Semua indeks sektoral berada di zona merah. Sektor barang konsumsi memimpin kejatuhan indeks dengan mengalami koreksi 2,19%. Setelah itu disusul oleh sektor pertambangan yang juga terkoreksi 1,98%.

Faktor pemberat indeks adalah, saham PT Bakrie & Bothers Tbk (BNBR) yang jatuh 4,62% ke Rp 62 per saham. Di peringkat kedua, PT Ekadharma International Tbk (EKAD) yang terkoreksi 4% ke Rp 245.

Lalu di peringkat ketiga ada PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) yang juga turun 3,92% ke Rp 245.

Top Gainers yang masih bertahan pada suasana memerah ini adalah PT Langgeng Makmur Plastic Tbk (LMPI) yang naik 6,82% ke Rp 235 dan Asuransi Multi Artha Guna Tbk (AMAG) yang sempat di posisi kedua dengan kenaikan 4,32% ke Rp 145.

Kejatuhan indeks ini mengikuti tren bursa Asia. Indeks Nikkeri telah terpangkas 1,96% menjadi 10.644,38 pada pukul 0.956 WIB. Begitupula dengan indeks Shanghasi SE Composite yang melorot 1,39% menjadi 2.891,36.

Penyebab melorotnya bursa Asia ini akibat kekhawatiran terhadap gejolak politik yang terjadi di negara-negara Timur Tengah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×