kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Begini tips pilah-pilih surat utang di tengah ruang penurunan kupon


Kamis, 13 Juni 2019 / 15:31 WIB

Begini tips pilah-pilih surat utang di tengah ruang penurunan kupon


Berita Terkait

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Keputusan lembaga pemeringkat Standard and Poor (S&P) untuk menaikkan peringkat utang Indonesia menjadi layak investasi, dianggap mampu menggiring tingkat kupon obligasi lebih rendah dari sebelumnya.

Meskipun begitu, perbaikan peringkat utang tersebut turut mencerminkan tingkat kepercayaan investor yang lebih tinggi untuk berinvestasi di Tanah Air. Hal ini yang tentunya akan menjadikan tingkat kupon obligasi mengecil.


"Kupon obligasi Indonesia akan selalu menarik untuk para investor dalam negeri maupun luar negeri," kata Senior VP & Head of Investment Recapital Asset Management Rio Ariansyah kepada Kontan.co.id, Rabu (12/6).

Menurutnya, dengan kondisi saat ini dari sisi emiten tentunya bisa memanfaatkan momentum untuk menerbitkan obligasi. Secara tidak langsung ini akan menstimulus emiten untuk menerbitkan obligasi, selagi tingkat imbal hasil yang cenderung turun akibat peringkat utang yang membaik.

Hal tersebut, sekaligus menandakan beban dari emiten akan lebih rendah, khususnya dalam hal membayarkan imbal hasil obligasi yang mereka terbitkan. Dari sisi emiten, kondisi saat ini juga bisa dimanfaatkan untuk mulai melirik produk investasi obligasi.

Rio membagi karakter investor dalam dua tipe, yakni investor yang cenderung mencari aman dan investor yang cenderung mencari kupon atau imbal hasil yang tinggi. "Kalau cari aman, investor tinggal lihat rating-nya (surat utang), tapi kalau kupon tinggi berarti lebih risk taker dan peringkat tidak terlalu diperhatikan, minimum single A minus sudah cukup," jelasnya.

Bagi investor yang ingin membidik surat utang dengan imbal hasil tinggi, Rio menyaran sudah bisa masuk ke obligasi untuk tenor tiga tahun dengan kisaran imbal hasil 8,5% hingga 9,25%. Sedangkan untuk tenor lima tahun, bisa melirik obligasi dengan imbal hasil antara 9,25%-11%.


Reporter: Intan Nirmala Sari
Editor: Herlina Kartika

Video Pilihan


Close [X]
×