kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.943.000   -53.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.020   45,00   0,27%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

Begini strategi Danareksa Investment (DIM) kejar AUM naik 15% di tahun 2022


Rabu, 17 November 2021 / 09:25 WIB
Begini strategi Danareksa Investment (DIM) kejar AUM naik 15% di tahun 2022
ILUSTRASI.


Reporter: Danielisa Putriadita | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Danareksa Investment Management (DIM) optimistis menyambut tahun 2022. Tak ayal, DIM pun memproyeksi dana kelolaan atawa assets under management (AUM) di tahun depan bisa naik 15%.

Marsangap P. Tamba, Direktur Utama Danareksa Investment Management mengatakan, hingga Oktober 2021, AUM DIM mencapai Rp 40 triliun. Sedangkan untuk tahun depan, DIM menargetkan dana kelolaan bisa tumbuh hingga 15%.

Untuk mencapai target pertumbuhan AUM, Marsangap menjelaskan, DIM akan fokus melakukan pemasaran produk reksadana open end dengan mengedepankan proposisi produk yang menjadi  flagship DIM.

DIM juga fokus dalam pengambilan keputusan berbasis riset untuk peningkatan kualitas pengelolaan investasi, serta optimalisasi kanal ritel.

Selain itu, DIM juga akan tetap mengedepankan manajemen risiko dan kepatuhan sebagai salah satu pilar utama upaya menjaga terlaksananya tata kelola perusahaan yang baik.  

Baca Juga: Simak outlook pasar saham dan kondisi ekonomi tahun 2022 dari Danareksa Investment

Sampai dengan saat ini, produk reksadana yang dikeluarkan DIM meliputi reksadana saham, reksadana pendapatan tetap, reksadana campuran, reksadana pasar uang, serta reksadana ETF & indeks.

DIM menyadari di sisa tahun ini masih terdapat beberapa tantangan yang perlu diwaspadai.

Herman Tjahjadi, Chief Investment Officer Danareksa Investment Management menyebutkan ada beberapa hal yang DIM cermati. Pertama, risiko inflasi yang meningkat berhubungan dengan meningkatnya harga minyak bumi, CPO, gandum, dan kopi.

Kedua, perkembangan kasus Covid-19 di China yang belakangan ini ada tanda-tanda meningkat. Bila ada lockdown di beberapa pelabuhan utama di China untuk beberapa minggu, itu akan menyebabkan rantai pasokan (supply chain) semakin berat.

Ketiga, perkembangan Covid-19 di dalam negeri. "Kami berharap masyarakat Indonesia tetap menjaga kesehatan dengan menerapkan protokol kesehatan yang baik dan tidak terlengah pada masa-masa liburan di akhir tahun 2021," kata Herman, Selasa (16/11).

Selanjutnya: Pertamina agresif genjot pengembangan panas bumi lima tahun ke depan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×