kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.565.000   8.000   0,31%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

Begini siasat Bukit Asam (PTBA) mengatur utang dolar AS saat rupiah melemah


Minggu, 22 Maret 2020 / 17:32 WIB
ILUSTRASI. Produk-produk industri hilirisasi batubara PTBA seperti gas dme, urea


Reporter: Dimas Andi | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kurs rupiah terus melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) akhir-akhir ini, bahkan sempat menyentuh level Rp 16.000 per dolar AS. Sentimen ini menjadi perhatian bagi emiten-emiten tambang batubara dalam mengelola utang valas, salah satunya PT Bukit Asam Tbk (PTBA).

Berdasarkan laporan keuangan tahunan 2019, PTBA memiliki nilai utang usaha secara keseluruhan sebesar Rp 1,02 triliun atau turun tipis 1,92% (yoy) dibandingkan tahun 2018 lalu sebesar Rp 1,04 triliun.

Baca Juga: Realisasi DMO batubara untuk tenaga listrik sudah 16,16 juta ton hingga Februari

Dari jumlah tersebut, PTBA memiliki utang usaha dolar AS kepada pihak ketiga sebesar Rp 58,70 miliar di tahun lalu atau tumbuh 374,53% (yoy) dari tahun sebelumnya sebesar Rp 12,37 miliar. Adapun utang usaha dolar AS PTBA kepada pihak berelasi mencapai Rp 57,62 miliar alias naik 6,03% (yoy) dari tahun 2018 sebesar Rp 54,34 miliar.

Sekretaris Perusahaan PTBA Hadis Surya Palapa mengaku, utang PTBA dalam mata uang dolar AS yang tercantum di laporan keuangan adalah milik cucu perusahaan, yakni PT Satria Bahan Sarana (SBS). Perusahaan ini bergerak di bidang kontraktor tambang.

“Utang ini merupakan sisa utang lama milik PT SBS. Di luar itu, grup PTBA tidak memiliki utang dalam bentuk dollar AS,” ujar dia, Jumat (20/3).

Sayangnya, ia tidak menjabarkan secara rinci waktu jatuh tempo utang berdenominasi dollar AS tersebut.

Terkait risiko pelemahan rupiah, PTBA melakukan upaya mitigasi utang dolar AS berupa pelunasan sebagian utang tersebut dengan cara konversi ke pinjaman dalam mata uang rupiah.

Baca Juga: Kurs rupiah terus melemah, berikut sektor yang mendapat dampak positif dan negatif

Secara umum, koreksi rupiah justru menjadi peluang bagi PTBA mengingat kinerja keuangan perusahaan ini cukup didominasi oleh mata uang dolar AS.

Hadis bilang, sekitar 40% penjualan batubara PTBA diekspor ke luar negeri, sehingga perusahaan akan memperoleh bayaran dalam bentuk dolar AS. Kondisi ini membuat PTBA tidak melakukan strategi hedging secara khusus ketika kurs rupiah anjlok.

“Di sisi lain, nilai transaksiPTBA untuk impor dan pembayaran berbasis dolar AS sangat kecil,” kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×