kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.964.000   20.000   1,03%
  • USD/IDR 16.532   155,00   0,95%
  • IDX 7.813   -139,19   -1,75%
  • KOMPAS100 1.088   -18,52   -1,67%
  • LQ45 799   -13,02   -1,60%
  • ISSI 264   -4,22   -1,57%
  • IDX30 414   -6,94   -1,65%
  • IDXHIDIV20 482   -6,49   -1,33%
  • IDX80 120   -2,29   -1,87%
  • IDXV30 129   -2,99   -2,26%
  • IDXQ30 134   -2,07   -1,52%

Begini rekomendasi analis untuk saham-saham milik 10 orang terkaya di Indonesia


Senin, 09 Desember 2019 / 08:37 WIB
Begini rekomendasi analis untuk saham-saham milik 10 orang terkaya di Indonesia
ILUSTRASI. Sepuluh orang terkaya Indonesia versi Majalah Forbes 2019 memiliki saham di sejumlah perusahaan yang tercatat di BEI.


Reporter: Nur Qolbi | Editor: Khomarul Hidayat

Meskipun mencatatkan penurunan, Analis Jasa Utama Capital Sekuritas Chris Apriliony melihat, beberapa saham perusahaan ini berpotensi untuk tumbuh ke depannya. Sebut saja SIMP, GGRM, MYOR, dan INKP.

Menurut dia, SIMP berpotensi untuk tumbuh lagi karena harga  CPO sudah menunjukkan perbaikan. Di samping itu, program campuran biodisel 30% ke dalam bahan bakar (B30) yang mulai berlaku Januari 2020 ia nilai akan meningkatkan permintaan CPO dalam negeri juga akan menjadi katalis positif bagi harga komoditas ini.

Baca Juga: Peta Orang Paling Tajir di Indonesia Tak Berubah

Dengan begitu, hal ini akan turut mengerek pendapatan para emiten CPO yang bekalangan ini anjlok karena penurunan harga CPO. Di samping SIMP, Chris juga menyarankan investor untuk memperhatikan saham LSIP.

Pasalnya, kedua perusahaan ini termasuk pemimpin pasar dalam sektor CPO. Oleh karena itu, ia menyarankan investor buy saham SIMP dengan target harga Rp 450 per saham dan LSIP Rp 1.700 per saham.

Ia juga melihat prospek cemerlang pada pertumbuhan saham GGRM. Alasannya, kinerja perusahaan ini masih tergolong baik. Sebagai gambaran, per September 2019, perusahaan ini mencatatkan kenaikan laba bersih 25,69% secara tahunan dari sebelumnya Rp 5,76 triliun.  Di samping itu, GGRM juga membukukan kenaikan pada pendapatan total sebesar 16,93% year on year, dari Rp 69,89 triliun menjadi Rp 81,72 triliun.

Baca Juga: Daftar orang kaya Indonesia, Bos Barito Pacific Group melejit




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

[X]
×