kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.802   -28,00   -0,17%
  • IDX 8.291   159,23   1,96%
  • KOMPAS100 1.172   25,90   2,26%
  • LQ45 842   12,51   1,51%
  • ISSI 296   7,86   2,73%
  • IDX30 436   5,12   1,19%
  • IDXHIDIV20 520   1,62   0,31%
  • IDX80 131   2,69   2,10%
  • IDXV30 143   1,37   0,97%
  • IDXQ30 141   0,56   0,40%

Begini Prospek Saham Bank Jelang Pengumuman Suku Bunga BI


Rabu, 20 Juli 2022 / 20:18 WIB
Begini Prospek Saham Bank Jelang Pengumuman Suku Bunga BI
ILUSTRASI. Pekerja melintas di depan layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (9/5/2022). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/pras.


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saham perbankan lapis kedua (second liner) masih mendominasi top gainers di sektor perbankan. Sejumlah saham seperti PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB), PT Bank Mestika Dharma Tbk (BBMD), PT KB Bukopin Tbk (BBKP) dan saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) naik lebih dari 10% sepanjang bulan ini.

Head of Business Development FAC Sekuritas Kenji Putera Tjahaja menilai, saham-saham bank second liner memang secara market cap lebih menjadi sasaran trader menjelang sikap BI yang akan menahan atau menaikkan suku bunga. 

“Selain karena pergerakannya lebih volatile untuk trader biasanya memanfaatkan untuk day / swing trade,” terang Kenji kepada Kontan.co.id, Rabu (20/7).

Sementara Untuk valuasi saham perbankan big cap, saat ini bisa dibilang masih uptrend secara keseluruhan. Rekomendasi Kenji, investor bisa menunggu apabila ada koreksi dari saham-saham perbankan big cap tersebut.

Baca Juga: Jelang Pengumuman Suku Bunga BI, Simak Rekomendasi Saham BBCA, BBRI, hingga BBYB

Kenji menilai, kinerja perbankan akan menjadi tertantang apabila suku bunga naik. Ini terkait bagaimana bank-bank bisa membuat produk yang lebih kompetitif. Sebab, calon debitur tentu akan semakin selektif apabila terjadi kenaikan suku bunga.

Asal tahu, Kamis (21/7) BI akan mengumumkan hasil rapat dewan gubernur (RDG) periode Juli 2022. Menurut Kenji, bank sentral ini kemungkinan masih akan menahan untuk tidak menaikkan suku bunga acuan. 

Proyeksi ini menimbang pertumbuhan ekonomi secara domestik sedang cukup baik. Ditambah, pelemahan rupiah masih terkendali sebanding dengan inflasi dengan target 3%.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×