kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.725.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Begini cara Aneka Tambang (ANTM) memanfaatkan limbah slag nikel


Rabu, 09 Oktober 2019 / 19:51 WIB
ILUSTRASI. Pekerja melakukan peleburan biji nikel di Unit Bisnis Pertambangan Nikel (UBPN) Sultra PT Aneka Tambang (ANTAM) di Kolaka, Sultra, Selasa (8/5).


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Tendi Mahadi

Dede menjelaskan, pada 2018 UBP Nikel Sulawesi Tenggara menghasilkan 1,023 juta ton limbah slag nikel. “Semuanya dimanfaatkan sebagai sebagai substitusi bahan baku agregat kasar untuk konstruksi roadbase dan yardbase,” terang Dede.

Untuk diketahui, per semester I 2019 produksi nikel ANTM telah mencapai 4,79 juta wet metric ton (wmt) atau naik 27% dibandingkan periode yang sama tahun 2018 yaitu sebesar 3,77 juta wmt.

Baca Juga: Produksi antimony, pendapatan Trinitan Metals (PURE) naik double digit tahun ini

Sementara serapan belanja modal atau capital expenditure (capex) ANTM per Juni 2019 sebesar Rp 685,14 miliar dan sebagian besar dialokasikan untuk investasi pengembangan sebesar Rp 612,8 miliar.

Pengembangan tersebut meliputi penyelesaian pabrik feronikel di Halmahera Timur serta pengembangan kapasitas pabrik bauksit di Kalimantan Barat.

Terakhir, Dede menegaskan bahwa pengolahan slag nikel ini 100% dilakukan oleh internal ANTM. ”Antam tidak bekerja sama dengan pihak ketiga,” ungkap Dede.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×