kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45845,71   -11,32   -1.32%
  • EMAS943.000 -0,32%
  • RD.SAHAM -0.29%
  • RD.CAMPURAN -0.05%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Beberapa saham mencetak rekor tertinggi, bagaimana rekomendasinya?


Jumat, 18 Juni 2021 / 18:14 WIB
Beberapa saham mencetak rekor tertinggi, bagaimana rekomendasinya?
ILUSTRASI. Beberapa saham tercatat telah mencetak rekor harga tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

Reporter: Benedicta Prima | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Beberapa saham tercatat telah mencetak rekor harga tertinggi dalam beberapa tahun terakhir yaitu PT Djasa Ubersakti Tbk (PTDU),PT Indosterling Technomedia Tbk (TECH), dan PT Bank Jago Tbk (ARTO). 

Pada perdagangan Jumat (18/6) saham PTDU ditutup pada level Rp 3.770 atau naik 312,02% year-to-date (ytd), bahkan pada hari ini PTDU sempat menyentuh level Rp 3.990. Sedangkan saham TECH tercatat naik 331,25% ytd ke level Rp 3.450, dengan level tertingginya pada hari ini Rp 3.980. Terakhir saham ARTO tercatat menguat 262,96% ytd ke level Rp 14.075. 

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan dari sisi stochastic saham-saham tersebut sudah berada di area overbought dan dari sisi volume perdagangan untuk ARTO dan PTDU relatif tinggi. 

"Untuk dikatakan sedang uptrend, sedang uptrend dalam jangka menengah dan untuk rekomendasi kami tidak merekomendasikan apapun untuk saham-saham tersebut, mengingat tingkat volatilitas dan dari sisi indikator yang sudah terbilang di area overbought," kata Herditya kepada Kontan.co.id, Jumat (18/6). 

Baca Juga: Kompak melemah, ini sentimen yang menyetir pergerakan saham perbankan hari ini

Selain ketiga saham tersebut, saham PT Multipolar Tbk (MLPL) dan PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) tercatat mengalami kenaikan cukup tinggi sejak awal tahun yaitu masing-masing 1260% ke level Rp 680 dan 914,29% ytd ke level Rp 1.065. 

Dari beberapa saham di atas baik yang cetak rekor tertinggi ataupun naik signifikan sejak awal tahun, Analis Kiwoom Sekuritas Sukarno Alatas mengatakan salah satu penyebab kenaikan saham tersebut ada investor institusi yang masuk ke saham tersebut atau adanya rencana rights issue seperti MLPL dan MPPA, sehingga minat pasar jadi meningkat. 

"Kemudian untuk ARTO karena sentimen bank digital. Kemudian yang lainnya faktor sentimen teknikal dan dibumbui berita-berita positif lainnya," jelas Sukarno.

Untuk jangka pendek yang menarik diperhatikan ada MPPA karena secara jangka pendek dan secara teknikal harga terakhir berhasil ditutup bullish. MPPA berpeluang kembali menguat ke resistance Rp 1.150 dan support berada di Rp 1.015.

Baca Juga: Turun 1,45% sepekan, IHSG bertahan di atas 6.000

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×