kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.831.000   -26.000   -0,91%
  • USD/IDR 17.055   55,00   0,32%
  • IDX 6.989   -37,36   -0,53%
  • KOMPAS100 965   -5,89   -0,61%
  • LQ45 708   -6,82   -0,95%
  • ISSI 250   -1,40   -0,56%
  • IDX30 388   -0,50   -0,13%
  • IDXHIDIV20 481   -1,39   -0,29%
  • IDX80 109   -0,72   -0,66%
  • IDXV30 133   -0,62   -0,46%
  • IDXQ30 126   -0,40   -0,32%

Beban Meningkat, Rugi Wijaya Karya (WIKA) Naik 328,30% ke Rp 9,7 Triliun di 2025


Senin, 06 April 2026 / 14:19 WIB
Beban Meningkat, Rugi Wijaya Karya (WIKA) Naik 328,30% ke Rp 9,7 Triliun di 2025
ILUSTRASI. PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) (Dok./PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA))


Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rugi PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) membengkak menjadi Rp 9,7 triliun sepanjang tahun 2025. Rugi tersebut naik 328,30% dari rugi bersih Rp 2,26 triliun di tahun 2024.

WIKA juga membukukan penurunan pendapatan neto sebesar 30,75% secara tahunan dari Rp 19,24 triliun di 2024 menjadi Rp 13,32 triliun.

Segmen infrastruktur gedung menjadi kontributor utama ke pendapatan tahun lalu, yaitu Rp 5,63 triliun. Lalu, segmen industri menyumbang Rp 3,73 triliun, serta segmen energi dan industrial plan Rp 3,14 triliun.

Kemudian, segmen hotel berkontribusi Rp 298,60 miliar, segmen realty dan properti Rp 276,54 miliar, serta segmen investasi Rp 236,71 miliar.

Baca Juga: OJK Sebut 15 Perusahaan Antre di Pipeline IPO, Total Mencapai Rp 1,38 Triliun

Efeknya laba bruto WIKA turun 25,76% year on year (YoY) dari Rp 1,51 triliun menjadi Rp 1,12 triliun di 2025.

Kondisi WIKA makin buruk lantaran sejumlah pos beban tercatat meningkat dan menekan margin WIKA sepanjang tahun lalu. Sepanjang 2025, beban lain-lain naik menjadi Rp 6,37 triliun, dari sebelumnya Rp 3,73 triliun pada tahun sebelumnya.

Pos bagian rugi ventura bersama juga naik dari Rp 606,66 miliar menjadi Rp 1,44 triliun di 2025.

Dengan kinerja tersebut, rugi per saham dasar menjadi Rp 243,50 di tahun 2025, naik dari Rp 117,63 di tahun sebelumnya.

Per 31 Desember 2025, WIKA punya jumlah aset Rp 50,14 triliun. Ini turun dari Rp 63,46 triliun per 31 Desember 2024.

Jumlah liabilitas perusahaan ini sebesar Rp 48,46 triliun di akhir Desember 2025, naik dari Rp 51,59 triliun di akhir Desember 2024. Sementara, jumlah ekuitas tercatat Rp 1,68 triliun per akhir 2025, turun dari Rp 11,87 triliun di akhir tahun 2024.

WIKA memiliki kas dan setara kas akhir tahun sebesar Rp 2,75 triliun di akhir Desember 2025, turun dari Rp 3,36 triliun di periode sama tahun lalu.

Sepanjang tahun 2025, WIKA membukukan kontrak baru sebesar Rp17,46 triliun, yang berkontribusi pada total kontrak berjalan sebesar Rp50,52 triliun. 

Sekretaris Perusahaan WIKA, Ngatemin alias Emin bilang, atas kontrak berjalan tersebut, WIKA mencatatkan penjualan sebesar Rp 20,45 triliun. 

 Baca Juga: Green Era Energy Kurangi Kepemilikan Saham di Barito Renewables Energy (BREN)

Ini terdiri dari Penjualan non Kerja Sama Operasi (KSO) sebesar Rp13,33 triliun dan Penjualan KSO sebesar Rp7,12 triliun, sehingga perusahaan membukukan laba kotor (gross profit) sebesar Rp1,13 triliun.

Gross Profit Margin (GPM) WIKA tercatat meningkat dari 7,9% di tahun 2024 menjadi 8,5% di tahun 2025. Peningkatan margin tersebut terutama berasal dari core business yaitu infrastruktur & gedung dan EPCC. 

“Keunggulan operasi dan pengelolaan proyek WIKA juga ditunjukan dengan EBITDA operasi yang positif sebesar Rp 426,52 miliar,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (2/4).

Di sisi lain, WIKA juga terus merealisasikan upaya perbaikan struktur keuangan dengan mencatatkan penurunan pada utang usaha sebesar Rp1,79 triliun dan utang berbunga sebesar Rp2,08 triliun, atau menurun 29,5% dan 5,9% dibandingkan tahun sebelumnya. 

Selain mengupayakan operation excellence dan perbaikan struktur permodalan, melalui 8 langkah stream penyehatan keuangan WIKA juga terus mengupayakan percepatan penyelesaian piutang baik melalui mediasi hukum maupun upaya penagihan. 

Langkah ini membuat WIKA mampu menurunkan nilai piutang sebesar Rp1,89 triliun atau sebesar 29,2%menjadi Rp4,58 triliun, dan nilai pekerjaan dalam proses konstruksi sebesar Rp1,15 triliun atau sebesar 34,6% di tahun 2025.

Emin menyampaikan, WIKA terus berupaya meningkatkan kinerja operasi dan melakukan perbaikan struktur permodalan.

“Di tahun ini, WIKA akan terus berupaya melakukan restrukturisasi komprehensif untuk menurunkan beban keuangan atas penugasan yang dikerjakan dan divestasi atas aset yang belum dapat memberikan laba bagi WIKA,” ujarnya.

Lebih lanjut, Emin bilang, perusahaan meyakini langkah transformasi yang dilakukan memerlukan dukungan berbagai pihak, baik pemegang saham, kreditur, mitra kerja maupun seluruh stakeholder lainnya.

Baca Juga: Saham Alamtri (ADRO) Naik Pasca Umumkan Tambahan Dana Buyback 

“Untuk itu perusahaan akan terus melakukan komunikasi intensif dengan Pemegang Saham Mayoritas untuk memperoleh dukungan yang diperlukan, serta seluruh kreditur untuk mendukung rencana penyehatan,” paparnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...

Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×