kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.891   21,00   0,12%
  • IDX 5.821   -75,34   -1,28%
  • KOMPAS100 752   -12,33   -1,61%
  • LQ45 573   -10,72   -1,84%
  • ISSI 201   -1,70   -0,84%
  • IDX30 325   -6,09   -1,84%
  • IDXHIDIV20 401   -6,69   -1,64%
  • IDX80 86   -1,38   -1,59%
  • IDXV30 108   -1,25   -1,14%
  • IDXQ30 105   -1,88   -1,76%

Bea Ekspor Diproyeksi Jadi Beban Tambahan Emiten Batubara, Cek Rekomendasi Analis


Minggu, 11 Januari 2026 / 16:57 WIB
Bea Ekspor Diproyeksi Jadi Beban Tambahan Emiten Batubara, Cek Rekomendasi Analis
ILUSTRASI. Nilai Ekspor Batubara Ke Eropa (KONTAN/Cheppy A. Muchlis). Pemerintah akan menerapkan kebijakan bea keluar ekspor batubara tahun 2026, cermati saham-saham rekomendasi analis.


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Noverius Laoli

Pada tahun 2025, saham batubara Indonesia berkinerja terbaik, terutama PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Indika Energi Tbk (INDY) secara signifikan mengungguli harga batubara Newcastle sebagai tolok ukur.

Kinerja yang lebih baik ini kurang didorong oleh fundamental batubara dan lebih didorong oleh eksposur terhadap segmen non-batubara.

“INDY dan BUMI telah mendapatkan daya tarik sebagai saham yang terkait dengan emas, didukung oleh kenaikan harga emas,” kata Inav.  

Sementara saham batubara termal murni seperti PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) tetap lebih erat berkorelasi dengan volatilitas tolok ukur. 

Analis Ajaib Sekuritas Asia, Rizal Rafly mengatakan, pasar batubara memasuki fase yang lebih ketat dan lebih didorong oleh kebijakan karena negara ekonomi ekonomi utama menyeimbangkan tujuan transisi energi dengan kebutuhan untuk menjaga keandalan jaringan Listrik. 

Baca Juga: Pergerakan IHSG Ditopang Saham Emiten di Papan Pengembangan, Cek Rekomendasi Analis

India menargetkan kapasitas batubara sebesar 307 Gigawatt (GW) pada tahun 2035, naik 46% dari 210 GW saat ini. Serta menggandakan pembangkit listrik non-fosil menjadi 500 GW pada tahun 2030, yang menggarisbawahi mengapa Asia masih menyumbang lebih dari 60% penggunaan batubara global. 

Permintaan batubara China diperkirakan akan mencapai puncaknya hanya pada tahun 2030 dan Indonesia, eksportir batubara termal terbesar di dunia, sedang membentuk kembali dinamika pengiriman melalui laut dengan rencana pajak ekspor 1% – 5% mulai tahun 2026. 

 

“Pasar batubara semakin ketat, dengan pembatasan ekspor Indonesia kemungkinan akan menaikkan harga pada tahun 2026 menuju US$ 120 – US$ 125/ton,” kata Rizal dalam risetnya pada 12 Desember 2025. 

Baca Juga: CPIN Kantongi Laba Rp 1,9 Triliun di Semester I-2025, Cek Rekomendasi Analis

Inav merekomendasikan Buy saham PT Indika Energi Tbk (INDY) dengan target harga Rp 3.300 per saham. Sedangkan Rizal merekomendasikan Buy saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) dengan target harga Rp 24.300 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×