kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   -38.000   -2,09%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Batubara bertengger di level tertinggi sejak 2014


Rabu, 12 Juli 2017 / 19:01 WIB
Batubara bertengger di level tertinggi sejak 2014


Reporter: RR Putri Werdiningsih | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Harga komoditas batubara bertengger di level tertinggi sejak 2014. Dalam perdagangan di ICE Futures Exchange, Selasa (11/7), batubara untuk pengiriman Oktober 2017 ditutup pada harga US$ 80,95 per metrik ton. Analis menilai, penguatan ini terjadi karena sentimen dari China.

Ibrahim, Direktur PT Garuda Berjangka mengatakan, melambungnya harga batubara karena kondisi iklim di China yang memburuk. Sekarang ini di negeri tirai bambu itu sedang banjir, sehingga menyulitkan pengangkutan batubara. Dengan terganggunya jalur distribusi mau tidak mau pasokan batubara menurun.

“Kalau banjir pengangkutan batubara dengan kereta atau kapal jadi sulit,” ujarnya, Rabu (12/7).

Hal serupa juga diungkapkan oleh Deddy Yusuf Siregar, analis PT Asia Tradepoin Futures. Menurutnya, selain menyebabkan gangguan pengangkutan, banjir juga menyebabkan dua pembangkit listrik di China rusak. Pemerintah akhirnya terpaksa melakukan impor demi memenuhi kebutuhan.

“Kondisi ini memicu kenaikan permintaan,” imbuhnya.

Meski memberi sentimen positif, tetapi China juga berpeluang memberikan katalis negatif terhadap harga batubara. Secara jangka panjang, negeri tirai bambu itu sedang merencanakan untuk mengganti penggunaan batubara dengan komoditas gas alam.

Pekan lalu, 13 lembaga pemerintahan China mengeluarkan petunjuk bahwa gas alam harus naik sekitar 10% dari total penggunaan energi nasional pada tahun 2020 dan menjadi 15% di tahun 2030. Saat ini penggunaan gas alam hanya sekitar 6%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×