Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) mengumumkan telah melaksanakan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) alias private placement.
Melansir keterbukaan informasi tanggal 6 Agustus 2026, aksi korporasi itu dilakukan pada tanggal 4 Agustus lalu.
Jajaran Direksi UNSP mengatakan, UNSP menerbitkan sebanyak 14.505.112.734 alias 14,50 miliar saham baru Seri B dengan nilai nominal Rp100 per saham.
Baca Juga: ETF Emas Meluncur 10 Agustus, Dana Kelolaan Berpotensi Tembus Rp 3 Triliun
Jumlah tersebut setara 580,17% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan pada saat pengumuman RUPS. Harga pelaksanaan private placement itu sebesar Rp 300 per saham.
“Pelaksanaan PMTHMETD dilakukan berdasarkan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa perseroan yang dilaksanakan pada tanggal 3 Juli 2026,” tulis mereka dalam keterbukaan informasi tersebut.
Dalam aksi korporasi ini, saham-saham tersebut diterima oleh 11 pihak.
Pertama, Alexander Kirk Bradford yang menerima 283.016.666 saham. Kedua, Unbounded Opportunities Fund SPC- Alpha Investments SP sebanyak 3.005.863.413 saham.
Ketiga, Drake Private Investments LLC yang menerima 113.206.666 saham. Keempat, Netland Investments Limited sebanyak 56.603.333 saham.
Kelima, Sundaresan Hariharan menerima 28.301.666 saham. Keenam, PT Bakrie Capital Indonesia sebanyak 441.222.983 saham.
Ketujuh, Indo Alam Resources Pte Ltd yang menerima 373.582.000 saham. Kedelapan, Poseidon Corporate Services Limited sebanyak 9.461.314.663 saham.
Kesembilan, PT Biofuel Indo Sumatra sebanyak 309.854.678 saham. Kesepuluh, Pacific Harbor Advisors Pte Ltd menerima 398.813.333 saham.
“Terakhir, PT Danatama Makmur Sekuritas menerima 33.333.333 saham,” katanya.
Dalam prospektus tanggal 28 Juli 2026, private placement tersebut bertujuan sebagai bentuk konversi atas utang perseroan kepada para kreditur dan pemegang surat utang. Total atas seluruh utang yang dikonversikan dalam PMTHMETD ini senilai Rp 4,35 triliun.
“Dengan dilakukannya transaksi konversi utang menjadi saham baru melalui mekanisme PMTHMETD ini diharapkan akan memperbaiki posisi keuangan perseroan, sehingga bisa memiliki rasio utang yang lebih sehat, beban keuangan berkurang, dan arus kas yang lebih kuat di masa yang akan datang,” kata manajemen UNSP dalam prospektus itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
