kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45892,58   -2,96   -0.33%
  • EMAS1.324.000 -0,68%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Badai sudah berlalu dari BUMI ?


Rabu, 19 September 2012 / 13:57 WIB
Badai sudah berlalu dari BUMI ?
ILUSTRASI. Kenali 5 Manfaat Zat Besi untuk Tubuh


Reporter: Rika Theo, Dyah Ayu Kusumaningtyas |

JAKARTA. Sudah sepekan terakhir, harga saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) bangkit dari keterpurukannya sejak akhir Agustus lalu. BUMI melesat lagi sampai ke level Rp 860 di akhir perdagangan sesi satu hari ini (19/9).

Jika dibandingkan harga penutupan pada Rabu (12/9) minggu lalu di Rp 720, BUMI sudah naik Rp 140 atau 19,44%.

Dikabarkan, saham BUMI beranjak menguat seiring berita bahwa anak usaha Recapital akan menggelar Initial Public Offering (IPO) tahun depan. Seperti kita tahu, BUMI menempatkan
kontrak pengelolaan dana di PT Recapital Asset Management senilai US$ 231 juta. Namun, hingga kini pencairan dana itu sudah berkali-kali mundur dari jadwal.

“Grup Bakrie itu kan mainnya likuiditas. Kalau mereka butuh uang, harga saham turun. Kalau mereka akan dapat duit, harga saham aman,” tutur seorang sumber pelaku pasar kepada KONTAN.

Selain kabar itu, kenaikan saham BUMI seturut laju saham-saham sektor tambang yang terjadi sejak Fed mengumumkan rencana Quantitative Easing 3.

Analis juga menganggap, kenaikan saham ini didukung technical rebound karena saham BUMI sudah tergerus banyak. Setelah laporan kinerja yang buruk dan pencairan investasi di Recapital yang mundur, BUMI sempat terpuruk ke Rp 630 di akhir bulan Agustus (30/8).

Kepala Riset Universal Broker Indonesia Satrio Utomo melihat saham BUMI masih terbilang bergerak flat dengan kecenderungan naik.

Satrio menyarankan agar pemodal bisa menahan dulu saham BUMI sembari melihat perkembangan fundamentalnya. "Bila harga sudah di Rp 750-Rp 800, pemodal bisa jual untuk cut loss," jelas Satrio kepada KONTAN, Rabu (19/9).

Ia menambahkan, level resistance BUMI berada di level Rp 950. Apabila BUMI berhasil menembusnya, maka harga akan menuju Rp 1.000-Rp 1.200 lagi.

Analis First Asia Capital David Nathanael Sutyanto juga merekomendasikan untuk hold saham BUMI sampai rilis laporan keuangan terbaru.

Kata David, secara teknikal saham BUMI sedang dalam tren naik dengan resistance terdekat di Rp 880 per saham. "Posisi masih di wave 1 dengan kenaikan terbatas. Resistance kedua di Rp 940 per saham," imbuhnya.

Jika saham bisa tembus Rp 1050, trennya bisa terus naik. Hari ini, David melihat saham BUMI lebih banyak dibeli investor dalam negeri dibanding luar negeri. Total keseluruhan transaksi mencapai 183.000 lot yang setara dengan 90 juta lembar saham

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Accounting Mischief Practical Business Acumen

[X]
×