kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Badai sempurna: Market cap bursa AS menguap US$ 5 triliun tersapu corona dan minyak


Selasa, 10 Maret 2020 / 05:19 WIB
ILUSTRASI. Bursa AS. REUTERS/Bryan R Smith


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Misalnya saja, nilai kapitalisasi pasar Microsoft telah terpangkas senilai US$ 250 miliar sejak 19 Februari, terbesar daripada perusahaan AS lainnya. Apple dan Alphabet telah melihat nilai kapitalisasi marketnya menyusut masing-masing lebih dari US$ 200 miliar, sementara Amazon telah kehilangan US$ 170 miliar nilai kapitalisasi pasar.

Indeks S&P 500 energi pada hari Senin kemarin anjlok 20% ke level terendah sejak Agustus 2004 karena investor bereaksi terhadap penurunan harga minyak. 

Baca Juga: Sempat dihentikan, Wall Street tenggelam 7% akibat guncangan minyak

Kondisi itu membuat indeks energi turun 50% dari level tertinggi 52-minggu, jauh lebih buruk daripada sektor lainnya. Adapun imbal hasil surat utang AS bertenor 10 tahun menurun ke rekor terendah lainnya, serta indeks keuangan S&P 500 jatuh 11%.

"Harga minyak yang lebih rendah akan memusnahkan stok minyak, industri minyak, hingga produsen serpih. Sedangkan rekor suku bunga rendah akan memusnahkan bank. Itu adalah saham yang mencatat penurunan terbesar hari ini," papar Donald Selkin, kepala strategi pemasaran di Newbridge Securities di New York.

Baca Juga: Cetak rekor terburuk dalam tiga tahun, harga tembaga terseret minyak dan virus corona

Kehancuran Wall Street juga telah melukai saham perusahaan yang melakukan debut yang sangat dinantikan di Wall Street tahun lalu, menambah kerugian bagi perusahaan termasuk Peloton Interactive dan Uber Technologies.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×