kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Astra International (ASII) memangkas belanja modal jadi Rp 10 triliun-Rp 11 triliun


Jumat, 08 Mei 2020 / 19:24 WIB
ILUSTRASI. Astra (ASII) menganggarkan belanja modal pada tahun ini menjadi Rp 10 triliun hingga Rp 11 triliun.


Reporter: Ika Puspitasari | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Astra International Tbk (ASII) memangkas alokasi belanja modal atau capital exependiture untuk tahun tahun ini. Head of Corporate Communications Astra International Boy Kelana Soebroto mengatakan, ASII menganggarkan belanja modal pada tahun ini menjadi Rp 10 triliun hingga Rp 11 triliun.

"Fokus alokasi belanja modal untuk tahun ini di sektor otomotif, alat berat, dan infrastruktur," ujar Boy kepada Kontan.co.id, Jumat (8/5).

Dalam catatan Kontan.co.id, pada awal tahun ASII berencana mengucurkan belanja modal Rp 20 triliun hingga Rp 25 triliun. Dengan adanya Covid-19, Astra International mengevaluasi seluruh lini bisnis serta memprioritaskan pada sektor-sektor tertentu, meliputi otomotif, alat berat, dan infrastruktur.

Baca Juga: Laba bersih Astra International (ASII) kuartal I-2020 menurun 7,5%

Guna mempertahankan kinerja, Boy menerangkan ASII menerapkan strategi pengelolaan biaya dan menjaga menjaga stabilitas kas.

Sepanjang kuartal pertama tahun 2020, ASII mencatat pendapatan sebesar Rp 54 triliun turun sebesar 9,41% dari pendapatan pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laba bersih ASII juga menurun 7,85% secara year on year menjadi Rp 4,81 triliun di kuartal I tahun ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×